Fri. May 29th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Polisi Ungkap Kasus Pencemaran Nama Baik, Korbannya Seorang Rektor

Jakarta – Subdit 3 unit 4 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya ungkap kasus tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah di media sosial (facebook). Korbannya kali ini adalah seorang Rektor Universitas Negeri Manado, yakni, Doktor Julieta Paulina Amelia Runtuwene, ujar Kabib Humas Pol Kombes Yusri Yunus, Selasa (19/02/2020).

Kombes Yusri menjelaskan, peristiwa berawal ketika digelar aksi demo, pada saat itu ada yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat yaitu LSM PAMI melakukan unjuk rasa di Istana Negara, kemudian pindah di Kementerian Ristekdikti. Dimana rektor Universitas Negeri Manado ini ijasah dokter atau S3 nya palsu, jelasnya.

Kemudian lanjutnya, selesai melakukan demo yang bersangkutan memposting di media sosial, Facebook dengan menggunakan akun sendiri, ia memposting ijazah palsu yang dimiliki oleh Rektor tersebut.

Yusri mengungkapkan, pelaku berhasil kita amankan 2 (dua) orang yang pertama FJR dan DSR, seorang laki-laki umur 47 tahun. Kemudian dia laki-laki 48 tahun ini kita lakukan penangkapan di Sulawesi Utara, Manado dengan perannya masing-masing. Yang satu ini memang LSM, yang 1 juga adalah salah satu dosen di Universitas Negeri Manado, terangnya.

Kronologis kejadian kita mulai dari tahun 2016 yang lalu hingga dengan 2019 hari ini. Tersangka DSR yang mengatasnamakan LSM ini melakukan aksi unras di istana negara, katanya.

Dijelaskan Yusri, kasus ini dikenakan pasal 310 KUHP dan atau pasal 13 undang-undang No nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik. Juga kita masukkan ke pasal 36 pasal 51 Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Apa motif dari ini semuanya ini masih terus kita dalami, tutupnya. (Fachri/Hanny)