Wed. Apr 1st, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Uswatun Hasanah, Calon Peserta IISEF Tingkat Dunia Terkendala Masalah Dana

Foto: Istimewa

LEBAK – Putri Uswatun Hasanah siswi SMA Negeri I Malingping, Kabupaten Lebak , berhasil menjadi salah satu calon peserta Regeneron Intel International Scince and Engineering Fair(IISEF). Dirinya kini digadang menjadi delegasi Indonesia untuk mengikuti kompetisi tingkat Internasional yang akan berlangsung mulai tanggal 10 – 15 Mei 2020 di Anaheim Confention Center, California Amerika Serikat.

Dirinya dilahirkan dari seorang janda yang berprofesi sebagai buruh tani dan penerima bantuan PKH dari pemerintah. Seyogyanya Uswatun Hasanah dapat membawa nama harum keluarganya, daerah dan bangsa Indonesia. Pasalnya warga Desa Pagelaran , Kecamatan Malingping , Kabupaten Lebak tersebut dapat menjadi duta bangsa untuk dunia sains Internasional.

Walaupun terlahir dari Keluarga penerima bantuan (PKH), namun tidak membuat dirinya berkecil hati untuk belajar dan berkarya. Hal itu dibuktikanya dengan menorehkan prestasi dengan mendapatkan predikat juara 1 di bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) tingkat tingkat Nasional. Bersama kelompoknya dia menciptakan pelet limbah sagu (Metroxylon sagu) termodifikasi: Aplikasi pakan buatan pada usaha pembesaran ikan lele dumbo (clarias sp). Tak hanya itu Putri juga digadang-gadang akan menjadi duta Indonesia dibidang sains. Ternyata keinginan tersebut kini dapat terwujud.

Keinginan siswi yang akrab disapa Emput untuk mengikuti ajang bergengsi ditingkat Internasional tersebut karena karyanya. Tampaknya keinginananya banyak menemukan kerikil tajam , yang bisa menghentikan langkahnya.

Kerikil itu adalah biaya keberangkatan dan akomodasi selama lomba itu berlangsung yang tak sanggup dipenuhi oleh Emput dan Ibunya.

Sebagai anak buruh tani, Emput mawas diri bahwa dirinya adalah anak dari seorang janda yang berprofesi sebagai buruh tani. Suatu ketidakmungkinan jika dirinya beserta ibunya mampu membiaya itu semua tanpa ada bantuan dari orang lain.

“Saya berharap pemerintah bisa menanggung biaya kegiatan lomba dan ada pihak-pihak yang mau membantu kami, karena keberangkatan ke Amerika butuh dana yang besar. Semoga ada pihak yang peduli terhadap kami dalam pembiayaan ini,” kata Emput saat didampingi Ibundanya kepada awak media, Lebak, Selasa (18/2/2020).

Melihat keinginan putrinya yang ingin sekali mengikuti lomba tersebut, Rohmah tidak lain adalah ibunda Emput, hanya bisa berdoa kepada yang Esa atas keinginan putrinya untuk mendedikasikan diri kepada keluarga dan negara dengan membawa harum nama Indonesia, Banten dan Lebak di Amerika dalam ajang bergengsi itu.

Sikap itu diambil Rohmah lantaran kondisi ekonomi yang dialami dirinya tidak sanggup mengambulkan keinginan putrinya. Oleh karena itu, dirinya saat ini berharap ada tangan dermawan yang memeberikan bantuanya kepada anaknya agar bisa mewujudkan impian dan keinginan untuk mengikuti ajang bergengsi itu.

“Jika ikut lomba sains harus mengeluarkan biaya sendiri, terus terang saya tidak mampu, untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja kami kesulitan,” timpal Rohmah, ibunda Emput.

Sementara, Adi M Yasin, pendamping PKH Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, merasa bangga dengan Uswatun Hasanah yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Lebak dan Propinsi Banten. Dirinya mengaku akan berkoordinasi dengan rekan-rekan kerjanya untuk bisa membantu meringankan biaya anak berprestasi tersebut.

“Kita ketahui bersama bahwa Uswatun Hasanah berasal dari keluarga tidak mampu, dan merupakan anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dengan nomor 360201016050506 di Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping. Suatu kebanggaan yang sangat berarti bagi kami, bahwa anak KPM berprestasi di tingkat Nasional, dan saat ini mau melangkah ke Internasional”, ucap Adi.

Sementara itu secara terpisah, M Fachruddin Kepala SMAN 1 Malingping tempat Emput belajar, membenarkan jika anak didiknya berhak untuk mewakili Indonesia berkompetisi di arena lomba karya ilmiah tingkat Internasional. Pihaknya mengaku telah mengupayakan agar anak didiknya bisa mengikuti kegiatan di kancah Internasional. (Alx/Red)