Wed. Apr 1st, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Presiden: Saya Takjub, Tinjau Progres Pengadaan Tanah Sudah Mencapai 90 Persen

Aceh Besar – Dalam kunjungannya ke Provinsi Aceh Presiden Joko Widodo mengungkapkan kepuasannya terhadap progres pengadaan tanah untuk tol yang menghubungkan Banda Aceh-Sigli. “Saya takjub, kemarin saya tinjau progres pengadaan tanahnya sudah mencapai 90 %,” imbuh Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara Kenduri Kebangsaan, di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireun, Sabtu (22/02/2020).

Presiden mengatakan dulu yang menjadi penghambat pembangunan adalah proses pengadaan tanah. “Proyek pembangunan mangkrak gara-gara pengadaan tanah tidak berhasil,” ujarnya.

Presiden merasa sangat puas dengan proses pengadaan tanah tol di Aceh, dan mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengadaan tanah. “Proses pengadaan tanah saat ini justru lebih cepat dari proses kontruksinya, untuk itu proses konstruksi harus lebih cepat lagi seiring dengan percepatan pengadaan tanah,” pesan Presiden.

Presiden meyakini dengan adanya jalan tol akan mempercepat arus barang dan orang. “Dengan begitu secara signifikan juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dengan semangat.

Sementara itu dalam kesempatan yang berbeda ditemui disela-sela acara penyerahan sertipikat tanah Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Agustyarsyah selaku Ketua Tim Pengadaan Tanah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Aceh mengatakan beberapa program strategis nasional yang ada di Provinsi Aceh hari ini berjalan cukup baik, salah satunya pengadaan jalan tol, ruas jalan tol Banda Aceh-Sigli yang pengadaan tanahnya hampir tuntas 100% kita perhitungkan di Bulan April sampai dengan Bulan Mei ini bisa tuntas 100%.

Agustyarsyah mengatakan percepatan pengadaan tanah ini adalah juga karena masyarakat Aceh yang sangat begitu apresiatif dan menginginkan proses – proses pembangunan saat ini berjalan dengan baik. (RO/AM/RM/JR)

Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional