Sat. Jun 6th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Penghentian Ibadah Umroh: Din Syamsuddin Berharap Pemerintah Arab Saudi Membuat Kebijakan Terbaik

Bangka Tengah – RMNews.com: Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddiin, menilai kebijakan Pemerintah Arab Saudi melarang warga internasional masuk ke wilayahnya demi menahan penyebaran corona, akan menghambat peribadatan umat Islam.

Menurut Din, kebijakan itu akan menyulitkan bagi umat Islam, termasuk dari Indonesia untuk beribadah haji maupun umroh.

“Saya yakin perbaikan-perbaikan sudah dilakukan (pemerintah Arab Saudi). Tapi kalau justru ada penyulitan, maka sebenarnya ini akan menghambat peribadatan umat Islam, khususnya dalam menyelenggarakan haji dan umroh,” ungkap Din, ditemui saat usai sesi Kongres Umat Islam Indonesia ke-VII di Bangka Belitung, Jumat (28/2).

Din pun berharap agar Pemerintah Arab Saudi bisa membuat kebijakan terbaik, yang tetap memudahkan pelaksanaan ibadah umat Islam.

“Saya belum dalami (kebijakannya), tapi kita berharap pemerintah Saudi Arabia sebagai pelayan dua masjid suci, itu bisa memberi kemudahan kepada jamaah umat Islam baik haji maupun umrah, untuk bisa menunaikan ziarah ke kabah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi menyetop sementara kedatangan semua jemaah umrah dari luar negaranya. Penghentian ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Jemaah umrah dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, untuk sementara waktu ditangguhkan. Selain umrah, ada juga larangan sementara mendatangi Masjid Nabawi.

Dilansir kantor berita Arab Saudi, SPA, Kamis (27/2), kebijakan itu diambil Kementerian Luar Negeri Arab Saudi atas rekomendasi Kementerian Kesehatan. Pemerintah Saudi menyatakan langkah pencegahan virus corona itu bersifat sementara dan akan terus dievaluasi.

Selain menghentikan kedatangan jemaah umrah dari semua negara, Arab Saudi juga menangguhkan kedatangan orang-orang dengan visa turis dari negara-negara dengan risiko penyebaran virus corona.

Menurut Kemendagri Arab Saudi, negara-negara tersebut adalah China, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam atau negara lain yang akan menunjukkan lebih banyak peningkatan kasus corona. (Fs/Ips)