Fri. Jun 5th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Sejarah Hari Musik dan Perkembangan Teknologi Rekaman Musik di Indonesia

Peringatan Hari Musik Nasional mulai di peringati sejak tahun 2013 melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013. Yang di tanda tangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Penetapan sebagai Hari Musik Nasional yang di peringati di setiap tanggal 9 Maret bertujuan meningkatkan apresiasi terhadap musik nasional.

Pemilihan tanggal 9 Maret di jadikan sebagai hari Musik juga bukan tanpa alasan. Karena bertepatan dengan lahirnya Wage Rudolf Supratman di kota Purworejo, Jawa Tengah. Tepatnya 9 Maret 1903 Beliau adalah pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”

Sebab usai menciptakan lagu istimewa itu, ia diburu oleh polisi Hindia Belanda hingga ditangkap di Malang, hingga jatuh sakit di Surabaya WR Supratman dan meninggal pada 17 Agustus 1938.

Artinya sejak lagu itu diciptakan, WR Supratman tidak pernah sekalipun mendengarkan ‘Indonesia Raya’ berkumandang saat Hari Kemerdekaan.

Lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia. pertama kali diperkenalkan oleh komponisnya, Wage Rudolf Soepratman, pada tanggal 28 Oktober 1928 pada saat Kongres Pemuda II di Batavia yang kita kenal dengan Sumpah Pemuda, Lagu ini menandakan kelahiran pergerakan nasionalisme seluruh nusantara di Indonesia yang mendukung ide satu “Indonesia” sebagai penerus Hindia Belanda, daripada dipecah menjadi beberapa koloni.

Berbicara musik tidak lepas dari dunia rekaman dalam bentuk lagu dan teknologi rekaman yang berkembang terus sesuai era perkembangan jaman.

Perusahaan rekaman di Indonesia pertama kali yang beroperasi sejak 1940. bernama Tio Tek Hong yang berlokasi di Batavia alias DKI Jakarta. Studio tersebut merekam lagu-lagu penyanyi Indonesia pada masa Perang Dunia kedua. Pada saat itu, jenis musik yang beredar sebagian besar keroncong, gambus, dan juga lagu-lagu bernafaskan kebangsaan.

Pada era 1950-an hadir perusahaan rekaman Lokananta yang fokus merilis lagu kedaerahan sembari memproduksi dan menduplikasi piringan hitam. Pada masa ini di mulainya genre musik pop. Kondisi ini seiring dengan kemunculan beberapa label rekaman swasta yaitu Dimita, Remaco, Nirwana, TOP, Eterna, dan Contessa.

Memasuki tahuh 1960 an beberapa label rekaman baru hadir, seperti Hins Collection dan Akurama. Pada tahun ini juga terjadi perkembangan medium rekaman dari Piringan hitam tergeser kehadiran kaset akibat relatif mahalnya piringan hitam.

Industri permusikan Tanah Air mulai 1970 memasuki perjalanan panjang dengan kehadiran perusahaan rekaman dengan peralatan lebih modern pada 1976. Recording studio tersebut mengoperasikan alat bersistem delapan sampai dengan 16 tracks dalam memproduksi musik untuk film. Studio Triple M dan Musica Studio termasuk label rekaman yang pertama menerapkan. semakin banyak beredar kaset kosong untuk menyimpan rekaman menggunakan tape ini. Saat itu juga hadir tape recorder untuk merekam lagu dari siaran radio maupun piringan hitam. Pada pengujung 1970-an, muncuk teknologi dan sistem yang lebih maju menggunakan shift berkapasitas hingga 32 tracks.

Di dekade dalam tahun 1980, studio rekaman Remaco bangkrut sedangkan Musica semakin berjaya dengan mengusung kontrak jangka panjang dengan pemusik. Separuh dekade ini kemudian, industri rekaman indonesia sempat dikecam dunia internasional akibat marak kompilasi lagu asing tanpa izin.

Pada awal 1990-an, perekam digital multitrack yang relatif murah diperkenalkan untuk digunakan di studio rumah, mereka kembali merekam di kaset video. Dikembangkan oleh Alesis dan dirilis pertama kali pada tahun 1991, mesin ADAT mampu merekam 8 trek audio digital ke satu kaset video S-VHS
Di pasar konsumen, kaset sebagian besar digantikan oleh compact disc (CD) dan sebagian kecil minidisc. Perkembangan format file audio MP3, Media rekaman ini sepenuhnya digital. Karena kapasitas hard disk dan kecepatan CPU komputer meningkat pada akhir 1990-an, perekaman hard disk menjadi lebih populer. Pada awal 2005 rekaman hard disk mengambil dua bentuk. Salah satunya adalah penggunaan komputer desktop atau laptop standar, dengan adaptor untuk menjandikan audio menjadi dua atau banyak trek audio digital. Yang bisa menghubungkan ke komputer melalui kabel USB atau kabel Firewire.

Di era 2010 an Era perkembangan teknologi ternyata juga mempengaruhi dunia industri musik. Dengan adanya kemajuan era digital saat itu. Perubahan industri musik dari musik analog menjadi musik digital ternyata tidak hanya mempengaruhi para penikmat musik, tetapi juga para tim produksi musik itu sendiri. Musik yang semula hanya bisa diproduksi secara manual dengan menggunakan berbagai peralatan musik seperti drum, gitar, dan keyboard, kini bisa dibuat melalui software komputer. Kualitas musik pun semakin meningkat dengan adanya banyaknya fitur pada software yang bahkan bisa menambahkan beberapa efek tertentu yang semakin membuat musik enak didengar. Dalam menikmati musik kini tidak perlu lagi kerepotan mendengarkan musik dimanapun dan kapanpun. Kecanggihan teknologi semakin memudahkan kita untuk mengunduh lagu yang inginkan dan mendengarkannya secara bebas.

Di dekade ini juga siapa saja memiliki peluang untuk membuat musik dengan menggunakan bermacam-macam aplikasi pendukung yang dapat digunakan untuk memproduksi musik sebut saja seperti Garage Band, Logic Pro, Ardour. Adobe Audition juga menjadi salah satu aplikasi unggul yang dapat Anda gunakan untuk mengedit dan menggabungkan musik. Berbagai aplikasi ini tidak hanya dapat membantu Anda dalam memproduksi musik, tetapi juga dapat mengubah suara menjadi lebih jernih dan bagus.

Selaras dengan berubahnya era digital di dalam dunia rekaman, yang berkembang juga dalam dunia komunikasi melalui internet sehingga musik pun dapat di dengarkan melalui sambungan internet tentu dengan bantuan platform aplikasi. Salah satu platform musik ternama, Spotify yang saat ini telah di unduh oleh penggunan hingga ratusan juta pengguna . Hal ini semakin membuktikan bahwa masyarakat saat ini memiliki minat yang tinggi untuk meggunakan teknologi baru dalam mendengarkan musik. Berbagai jenis musik dan lagu bisa didengarkan dari seluruh penjuru dunia hanya di dalam satu aplikasi platform streaming.

Dengan adanya era perkembangan informasi teknologi secara tidak langsung membuka peluang ekonomi kreatif dari dunia musik dan dengan mudah lagu dan musik yg di ciptakan bisa tersebar luas ke seluruh penjuru dunia secara real time. Potensi ekonomi yang tersedia harus di imbangi juga oleh para musisi yaitu harus mendaftarkan hasil karya hak paten melalui direktur jendral Haki dan juga dalam publising harus melalui perusahaan publising yang sudah terdaftar di dunia international dan sudah bekerja sama dengan berbagai platform terkait lagu misal Spotify dan Youtube untuk video musik dan platform lainya, sehingga siapa saja yang menggunakan melalui streaming maupun mendownloud akan terdata oleh perusahaan publising dan data tersebut sebagai acuan perhitungan berapa royalti yang akan dI terima oleh musisi maupun pemilik lagu.

Setiap era teknologi selalu ada sisi negatife dan positifnya dan dunia rekaman berkembang terus tanpa bisa di bendung. Sehingga tinggal bagaimana cara menyikapi dan sebagai musisi harus masuk ke dalam perkembangan teknologi tidak bisa dilawan dengan cara lain.

Selamat memperingati hari musik nasional kepada para musisi teruslah berkarya dengan bidang keahlian yang dimiliki karena setiap karyanya bagian dari pengabdian terhadap masyarakat melalui musik mampu menghibur sekaligus menyatukan masyarakat karena musik itu universal. Sekaligus sebagai ladang amal kita sebagai manusia karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi masyarakat banyak dan pencipta lagu maupun penyanyi atau musisi secara tidak langsung telah menghibur masyarakat luas terutama penikmat lagu yang di bawakannya.

Oleh : Suryadi
Tinggal di Kota Bekasi
Litbang salah satu LSM
Jurnalis Media Nasional RMNews.