Sun. Nov 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Pembangunan Proyek Pamsimas Terkatung-katung, Warga Mengeluh

 

Rakyatmerdekanews.com, Lebak – Warga Desa Jalupang Girang, Kecamatan Banjarsari, Lebak, Banten mengeluh lantaran tak terealisasinya proyek Pamsimas musrembang 2018/2019 yang rencananya akan dialokasikan ke- 4 (empat) kampung di kawasan tersebut.

Meski, telah digelontarkan dana 350 juta yang bersumber dari APBN, Rp.245.000.000., APBDESA, Rp.35.000.000, INCASH (kontribusi uang tunai masyarakat ) Rp 14.000.000, INKIN D(kontribusi swadaya masyarakat, tenaga material) Rp.56.000.000 dengan jumlah total sebesar Rp.350.000.000. Ironisnya melalui dana sebesar itu pembangunan tidak ada juntrungannya.

Bahkan, dari pihak yang berwenang (para pelaksana) saling menuding ke salahan. Terbukti tidak adanya upaya sosialisasi dengan masyarakat penerima manfat fasilitas air bersih (pamsimas), tidak adanya papan proyek (papan kerja) yang dipasang, bahkan  terkesan disembunyikan. Disamping juga tidak adanya laporan keuangan (RAB) dari hasil penemuan di lapangan, sehingga terlihat sangat miris.

“Dari 4 kampung atau empat RT, hanya 2 kampung yang terdapat saluran pipa, itupun tidak ada airnya bagaimana pula ada air sementara lokasi tidak ada pengeboran?, “ucap warga.

Menurut keterangan dari kepala Desa Jalupang Girang, kecamatan Banjarsari yang saat ini sedang dilantik yakni, Ade (43 thn), sebelum menjabat, ia pernah pertanyakan persoalan itu, yaitu perihal pembangunan proyek terdebut. Kenapa tidak ada sosialisasinya dan tidak adanya keterbukaan. Ade memgaku tidak pernah direspon pahadal itu sudah masuk dalam pengajuan murembang, akunya.

Sedangkan menurut keterangan pejabat Kades lama Eman (39 thn), pada saat itu ia mengajukan untuk 4 kampung yaitu kampung Cirauheu, kampung Sekoja, kampung Pasir Ipis dan kampung Kukulu. “Seiring waktu habis masa jabatan  saya tidak tahu kelanjutannya. Banyak warga yang menanyakan proyek itu, saya arahkan untuk dtanyakan kepada PJS yaitu bapak H.Uci, “ujar Eman.Selanjutnya, dari keterangan koordinator KKM Sdr Supardi dan sdr Dani (exbank) setelah ditemui di kantornya (kantor Desa Jalupang Girang) mereka menuturkan proyek ini sudah selesai dan saat di minta konfirmasi laporan keuangan RAB dia menyebutkan kami tidak pegang lagi dengan alasan laptop hank kena virus di situ terlihat dugaan penyimpangan dana desa salah gunakan karena jawaban berikan sangat tidak masuk akal, tuturnya.

Dari kejadian adanya dugaan penyimpangan dana desa masyarakat Desa Jalupang Girang Kacamatan Banjarsari membuat warga kecewa setelah mengetahui pembangunan proyek menghabiskan dengan dana sebesar Rp 289juta dan tidak ada hasil manfaatnya.

Selain dari itu, belum lagi fasilitas air bersih di sekolah dengan dana Rp 39.397.000 tidak ada dan telah memakai dana sebesar itu hanya dibuatkan dua ruangan kamar ukuran 4x2m.

Kepala sekolah Ujang menjelaskan, ia tidak tau pembangunan ini datang dari mana asalnya.

“Kami hanya diberi tahu bawa cuma ada bantuan pembangunan MCK, “kata dia.

Hal senada dari hasil keterangan dari Sadar (guru) hanya bisa diam dan tak berkomentar, padahal jelas bahwa yang bersangkutan adalah bagian dari anggota PKM (pamsimas) sungguh sangat ironis melihat kejadian ini.

Saat awak media menggali informasi dan meminta keterangan salah satu petugas Babinsa Desa Jalupang Girang bernama Agus dirinya mengungkapkan, ia tidak tahu soal proses pembangunan proyek ini, karena tidak ada koordinasi dengan pihak keamanan di wilayah. “Nanti saya akan tanyakan kepada Kades ya, “kata dia.

Kemudian Agus (Babinsa) memberikan keterangan bahwa hasil dari tegurannya kepada kepala Desa Ade dan Sarta selaku ketua TPK dan sekaligus ketua SATLAK pamsimas ini menyatakan bahwa proyek ini sudah selesai dan tinggal menunggu pengajuan dana untuk perawatan, sungguh sangat Ironis sekali, setelah ada tekanan dari Agus dan Sarta mengarahkan menyerahkan perihal pamsimas ini untuk ditanyakan kepada pembina nya yaitu H.Uci yang saat itu menjabat sebagai PJS.

Hari beganti minggu pencarian informasi putus akibat sulitnya mencari yang bersangkutan (H. Uci) sejak saat itu.

Warga di kawasan itu berharap agar proyek Pamsimas musrembang 2018/2019 segera terealisasi. Sehingga harapan mendapatkan fasilitas air bersihpun dapat terwujud.(Dadang/Jhon)