Sat. Jun 6th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Lockdown Bukan Solusi Kepentingan Bangsa Saat Ini

Rakyakmerdekanews.com, Jakarta, – Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menegaskan bahwa tidak pernah terpikirkan untuk mengambil langkah lockdown, namun masih banyak saja politisi yang mendesak untuk segera mengambil langkah lockdown.

Ketua Umum Barissan Muda Indonesia Raya (BMIR) yang juga sebagai organisasi relawan yang ikut memenangkan Jokowi saat Pemilu 2019 kemarin, Rouli Turedo Rajagukguk mengatakan banyak politisi mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera membuat keputusan lockdown sebagai langkah pencegahan wabah virus Covid-19. Ia melihat persoalan “lockdown” ini sengaja dimunculkan agar menciptakan bola panas ditengah masyarakat, entah apa kepentingan mereka, tapi yang jelas saat ini telah menjadi pro kontra ditengah masyarakat.

“Yang jelas persoalan ini “lockdown” jadi isu hangat di negeri ini dan menjadi pro kontra ditengah masyarakat. Para politisi pun terus menyuarakannya, entah apa kepentingan para politisi tersebut.”, – terang Ketua Umum BMIR saat dijumpai di kantor pusat BMIR di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2020).

Rouli juga menilai langkah lockdown bukanlah langkah yang tepat, karena nantinya akan menghantam perekonomian bangsa Indonesia. Apalagi, keputusan melakukan lockdown bakal berimbas pada konsekuensi yang perlu dipertimbangkan secara matang, baik secara ekonomi maupun sosial. Jadi berhentilah mendesak pemerintah untuk mengambil langkah lockdown. Justru para politisi ini seharusnya ikut mendukung langkah-langkah yang diambil Pemerintah Pusat untuk mencegah peneluran virus Corona semakin cepat.

“Mereka (Politisi) seharusnya mendukung langkah Pemerintah Pusat untuk mencegah penularan wabah virus ini semakin cepat, jangan ikut-ikutan mendesak Presiden Jokowi. Mereka tidak mikir bagaimana nasib perekonomian masyarakat jika langkah lockdown diambil? Perlu dipertimbangkan secara matang, baik secara ekonomi maupun sosial.”, – lanjut Rouli.

Dia mengatakan, untuk menghentikan virus asal Wuhan, Tiongkok, Pemerintah tengah membangun kesadaran publik untuk membatasi aktivitas dalam jumlah besar (Sosial Distancing) sehingga penyebaran dapat dihentikan. Langkah yang diambil pemerintah sangat tepat, dan langkah tersebut melihat aspek sosial masyarakat.

“Pemerintah sudah melihat aspek sosial masyarakat. Sebenarnya di beberapa daerah pun sudah melakukan pembatasan termasuk sekolah hingga tempat-tempat publik “Sosial Distancing”.”, – ujar Rouli.

Bukan hanya Indonesia, beberapa negara tidak memilih lock down sebagai opsi kebijakan pemerintahnya seperti Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut justru mengambil langkah untuk menahan pertumbuhan jumlah kasus terinfeksi virus corona salah satunya dengan memperketat tes virus secara massal.

“Jadi lockdown pilihan yang kurang tepat Saat Ini.”, – tutup Rouli. (Red)