Thu. Dec 9th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Perdagangan Senjata Ilegal

JAKARTA,rakyatmerdekanews.com – Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat menangkap enam tersangka dan mengamankan sebanyak 20 senjata api laras panjang ilegal. Dari tangan para pelaku, polisi juga mengamankan 12.000 butir peluru.

“Terkait pengungkapan 20 senjata ini, masih terus melakukan penyelidikan senjata ini dari mana asalnya. karena baru berapa hari lalu diamankan,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2020).

” proses pembongkaran sindikat jual beli senjata api ilegal tersebut. Terungkapnya kasus ini berawal dari penganiayaan yang dilakukan pelaku ke korban saat proses transaksi jual beli mobil Porsche ” ungkapnya.

Berawal dari, DH hendak membeli mobil mewah itu dari salah satu pelaku. Namun, saat melakukan jual beli pelaku dan korban terjadi cekcok hingga terjadi keributan.

“perselisihan AK, JR, dengan DH terkait jual beli mobil kendaraan roda empat merek Porsche. Perselisihan itu berlanjut ke penganiayaan DH. Pelaku menganiaya menggunakan senjata diletupkan kesamping korban dan memukul dengan senjata itu,” papar Irjen Pol Nana.

Lanjut beliau, Tidak terima atas perlakukan tersebut selanjutnya korban DH melaporkan kasus itu ke Polres Metro Jakarta Barat. Atas laporan tersebut, polisi melakukan menyelidiki kasus penganiayaan itu.

Hasil penyelidikan, pada 23 Januari 2020, polisi menangkap tersangka AK dan JR. Dari penangkapan keduanya polisi mengamankan sebuah senjata api ilegal yang diketahui milik tersangka JR.

“JR membeli dua senjata itu ke tersangka GTB. Sekitar 19 Februari, GTB ditangkap dan kami melakukan penggeledahan di daerah Kosambi, Cengkareng. Disinilah ditemukan lima senjata api dan tiga senjata angin,” terang Nana.

Dari keterangan GTB, tersangka ini menjual senjata api ilegal itu ke orang lain yang ikut diamankan yakni WH, MH dan AST. Total dari penangkapan tersebut polisi mengamankan sebanyak 6 tersangka dan 20 senjata api serta 12.000 peluru diamankan polisi.

” Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat; Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP; Pasal 368 KUHP; Pasal 333 ayat 2 KUHP, dan; Pasal 335 ayat 1 KUHP. Para tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara ” tutup Irjen Pol Nana., (Fahri).