Sat. Jun 6th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Ulasan Kontroversial: “Slank Formasi 13 Pecah Karena Kehendak Tuhan”

RakyatMerdekanews, Jakarta – Slank formasi di angka yang dibilang sial ini merupakan formasi paling banyak diributkan orang, terutama oleh para slanker lawas dan slanker milenial. Angka 13 justru membawa keberuntungan buat band yg bermarkas di jln Potlot kalibata Jakarta Selatan ini. Penggemarnya kini sudah mencapai belasan juta orang.
Lalu apa yang menarik dari Slank Formasi 13 ini?
Lima anak muda saat itu Bimbim, Bongky, Pay, Indra Q, dan Kaka di awal tahun 90-an membuat kejutan di blantika musik Indonesia dengan melemparkan kreasi mereka dalam berkarya yang menggelontorkan lirik2 lagu yg berani, kritis dan terkesan memberontak. Ditambah lagi dengan gaya hidup slengean yang pada akhirnya menjadi virus yg berjangkit ke anak anak muda saat itu hingga sekarang.
Slank formasi ini sungguh fenomenal kemunculannya. 5 buah album mereka lempar “Suit suit he he he”, “Kampungan”, “Piss”, “Generasi Biru” dan “Minoritas”. Kelima album tersebut membius anak anak anak muda saat itu.
Kecanduan mereka terhadap narkoba justru menggiring penggemarnya ikut ikutan. Sungguh sangat mengerikan suasananya saat itu.
Kecanduan mereka yang luar biasa itu akhirnya berbuntut pemecatan terhadap 3 personil Bongky, Indra dan Pay oleh “si empunya Slank” Bimbim.
Untuk menyelesaikan album ke-6 saja tidak sanggup mereka lakukan karena pengaruh obat jahanam itu.
Apa yang diributkan soal formasi ini?
Nama besar Slank memang menggiurkan untuk sebuah pengakuan. Sejarah membesarkan group musik no 1 di Indonesia ini diungkit oleh ketiga personil yg hengkang. Di lain pihak si empunya Slank berusaha mengubur sejarah itu. Perdebatan tak pernah berhenti. Hingga muncul keinginan mereka segera melakukan reuni oleh penggemarnya. Tapi hasilnya selalu nihil.
Ada apa?
Sampai saat ini belum ditemukan obatnya untuk mempersatukan mereka kembali.
Belakangan malah muncul dari kubu kelompok BIP untuk membentuk group musik F13 dan akhirnya berubah menjadi 31F. Mereka ingin membawakan lagu lagu mereka dan andil mereka dalam penggarapan album Slank 1 sampai 5. Ijin performance right pun sudah diberi oleh pihak Slank.
Apa yang akan terjadi nanti?
Saat Bongky menuntut hak atas royalti logo dan hak cipta lagu pada 3 tahun silam belum juga tuntas. Tuntutan yang ditujukan kepada Slank itu masih tetap abu abu. Maka sangatlah wajar jika Bongky terus mengejar apa yang dia rasa menjadi haknya. Persiapannya sudah matang untuk mengusung group musik 31F yg akan membawakan lagu lagu Slank album 1 sampai 5 dalam aksi panggungnya kelak.
Perang dingin Slank versus 31F akankah terjadi?
Menurut saya bisa saja terjadi. Karena Bimbim akan merasa terusik dimana kehadiran 31F bisa menguak tabir sejarah Slank yang sesungguhnya. Di sisi lain bisa saja Bimbim legowo melihat temen temen lamanya untuk menikmati karya mereka ketika masih bersamanya.
Sebenarnya saya melihat secara psikologi Bimbim sudah mulai lelah melayani dan menghadapi penggemarnya yang belasan juta orang itu. Sampai sampai ia dibilang sombong, tidak seperti dulu lagi, tidak rock n roll lagi. Tapi ia tetap berjalan tanpa menggubris omongan orang. Kebesaran nama Slank sudah di pundaknya.

Di sisi lain BIP juga merasa “jalan di tempat” karena jarangnya panggung yang mereka dapatkan. Bahkan salah satu personil BIP pernah melontarkan ucapan bahwa bandnya “Cemen” dengan alasan yang masuk akal.
Nah, gejolak psikologi ini menurut pendapat saya bisa saja memuncak. Dan pada suatu saat mereka akan kembali entah atmosfer dari mana yang bakal menyatukan mereka.
Karena perpecahan di tubuh Slank formasi 13 pada tahun 1996 lalu ini adalah kehendak Tuhan. Kalo saja Tuhan tidak memisahkan mereka, mungkin saja diantara mereka ada yang mati overdosis karena obat jahanam itu.
Semoga saja Tuhan menurunkan qun faya qun-Nya menyatukan mereka kembali seperti dulu lagi.
Slank formasi 13 inilah yang ditunggu jutaan penggemarnya.
Mungkin saja ?!?
Semoga !!

Oleh: Amin Berland

(Penulis adalah wartawan media nasional Rakyat Merdeka News)