Sat. Jun 6th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Lakukan Aksi Nyata, Ketua PDI Perjuangan Simeulue Himbau Bupati Soal Covid-19 

RMNews, Aceh Simeulue – Ketua DPC PDI Perjuangan Simeulue, Rahmad SH mengimbau kepada Bupati Simeulue, Erli Hasyim, Hasil dalam hal mengantisipasi dan menangani Virus Covid 19, tidak hanya pencitraan akan tetapi harus melakukan aksi nyata, implementasi konkret.

“Kita berdoa pada Allah semoga saja tidak ada yang terpapar Covid 19 di Kabupaten kita Simeulue saat ini,” demikian doa Rahmad (foto) melalui sejumlah media di Simeulue, Minggu (22/03/2020).

Katanya, kondisi saat ini jika ada kasus yang terpapar, maka jadi potensi bencana besar, sebab bukan hanya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saja yang nyawa terancam, melainkan petugas medis yang menangani di pulau itu juga rentan menjadi korban dan bahkan bisa petugas medis yang menangani menjadi kurir Covid 19 itu sendiri karena di suruh bekerja tanpa APD Standar.

Lebih lanjut, Rahmad memberikan gambaran, katanya bayangkan ternyata langkah persiapan yang dilakukan oleh Bupati Simeulue Erli Hasim selama ini di lapangan dalam penyediaan alat menangani jika ada warga di Simeulue yang PDP apalagi Suspek, tidak ada yang nampak. “Zero alias Nol Besar, jelasnya.

Katanya, Dia sendiri sebelum memberikan keritikan telalh penggalian informasi, termasuk membaca pernyataan Ketua Satgas Corona Kabupaten Simeulue, yang juga Kepala BPBD setempat Ir. Alihasmi bahwa ternyata untuk APD (Alat Pelindung Diri) Pakaian saja benar benar milik mereka tidak ada.

Inikan suatu fakta menyedihkan, yang ada katanya punya KKP tiga pasang, kan ironis sekali, sebutnya.

Lebih lanjut kata Rahmad, tidak adanya APD atau pakaian Hazmat, juga informasi didapatkannya dari sejumlah petugas medis setempat sebagaimana dimuat media massa hal itu sebagai indikasi nyata ucapan Bupati Erli Hasim bukan sesuatu yang pantas diapresiasi.

Bahkan para Medis mengaku pada Ketua PDI Perjuangan Simeulue, jika saja hari ini sampai ada kejadian orang yang terpapar Corona di Pulau itu. Para Medis harus bekerja menggunakan Mantel Hujan, Sangat tidak sesuai SOP, timpalnya lagi.

Diuraikan Rahmad, selama ini Bupati Erli Hasim melalui Kabag Humas telah menyatakan Lockdown bagi WNA dan sebagian WNI dari Zona Merah daerah yang terjangkit penyakit Corona, maka melihat dari ucapan di Media seakan Bupati Simeulue sungguh-sungguh, tapi realita di Simeulue saat ini menjadi seakan penyampaian Bupati Erli Hasim bicara antisipasi dan penanganan Wabah Corona seakan hanya untuk pencitraan saja. (Monanda Phermana)