Wed. Apr 1st, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Dana Desa Tidak Terganggu Dengan Adanya Covid -19

Kadinpermades Kabupaten Purworejo Agus Ary Setiyadi SSos.(foto:Kun).

RMNews, Purworejo — Dana Desa (DD) yang dikucurkan dari APBN tetap berjalan sesuai program. Demikian disampaikan oleh Kadinpermades Kabupaten Purworejo Agus Ary Setiyadi SSos , saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya Selasa (24/3/2020). Pernyataan tersebut menepis adanya rumor di Muspika yang menyebut bahwa kucuran Dana Desa (DD) tersendat akibat adanya Covid -19.

“Kami berharap agar sampai akhir Maret 2020 semua desa sudah membuat usulan untuk mendapat DD tahap ,”kata Agus.

Data di Dinpermades dari 469 desa di Kabupaten Purworejo yang sudah mengajukan usulan sampai 24/3/2020 sebanyak 313 desa(65 persen dari jumlah desa di Purworejo). Oleh karena itu Agus berharap kepada desa – desa yang belum mengajukan usulan agar segera membuat usulan. Dalam program , pada bulan April 2020 ,semua desa di Kabupaten Purworejo sudah bisa mencairkan DD, jelasnya.

Dikatakan , bahwa dari 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo ,ternyata desa -desa di Kecamatan Bruno yang paling kompak dan aktif untuk mengusulkan DD. Terbukti dari 18 desa yang ada dikecamatan tersebut sudah 17 desa yang sudah mengajukan usulan DD atau sudah mencapai 95 persen,ujarnya.

“Kecepatan tersebut tidak lepas dari kekompakan antara perangkat desa yang satu dengan desa yang lain . Kebersamaan tersebut yang membuat semua desa dapat maju bersama,” ungkapnya.

“Kekompakan desa – desa di Kecamatan Bruno acap kali saya sampaikan pada pertemuan – pertemuan agar desa – desa di kecamatan lain dapat meniru seperti semua desa di Kecamatan Bruno tentang kekompakan dan kerukunanya,” tegas Agus Ari menandaskan.

Dari 313 desa yang sudah mengajukan usulan, terdapat 120 desa yang sudah menerima SP2D( Surat Pernyataan Pengadaan Dana).

Diakui pula dari 469 desa di Purworejo ,pada tahun anggaran (TA)2019 , ada satu desa yang kucuran DD nya ditunda. Tetapi di harapkan desa tersebut pada TA 2020 sudah dapat menuntaskan persoalanya, ujarnya. (A/Kun)