Wed. Apr 1st, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Sulit Dapatkan Masker, BMIR Desak Pemerintah Permudah Sektor Swasta Untuk Perizinan Impor Alkes

Foto: Ketua Umum Relawan Jokowi, Barissan Muda Indonesia Raya, Rouli Octara Rajagukguk.

Rakyatmerdekanews.com, Jakarta, – Dalam beberapa hari saja, penyebaran Virus Corona di Indonesia meningkat drastis. Saat ini, sudah 27 Provinsi yang dinyatakan terkena Virus Corona. Sulitnya mendapatkan alat-alat kesehatan dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi himbauan Pemerintah, jadi permasalahan utama penanganan untuk mencegah Covid-19.

Ketua Umum Relawan Jokowi, Barissan Muda Indonesia Raya, Rouli Octara Rajagukguk menilai bahwa permasalahan utama ditengah-tengah masyarakat adalah kesulitan mendapatkan alat-alat kesehatan, kalaupun ada harganya sangat mahal, dan minimnya tingkat kesadaran masyarakat untuk mengikuti anjuran dari Pemerintah.

“Masyarakat susah sekali membeli alat kesehatan untuk melindungi dirinya, kalaupun ada pasti mahal. Di tambah masyarakat kurang memperhatikan himbauan Pemerintah.”, – ujar Rouli saat diwawancarai via telpon oleh RakyatMerdekaNews.com, Kamis, (26/3/2020).

Rouli juga menambahkan, Pemerintah harus menggandeng sektor swasta agar melakukan impor alat-alat kesehatan dan mempermudah akses masuk ke Indonesia. Ia mengklaim bahwa, harga alat kesehatan dari China jauh lebih murah dibanding harga di Indonesia.

“Pemerintah harus segera gandeng sektor swasta diseluruh Indonesia, suruh mereka beli barangnya dan permudah proses masuknya. Kita udah survey, China lebih murah dari Indonesia.”, – tambah Rouli.

Sebelumnya, China memang menjadi negara yang terkena Virus Corona yang paling besar memakan korban. Produksi alat-alat kesehatan secara besar-besaran dilakukan Pemerintah China. Saat ini China sudah bebas Virus Corona, sehingga stock alat kesehatan disana sangat banyak dan harganya murah.

“Saat Virus Corona melanda China, mereka langsung produksi besar-besaran. Sekarang mereka sudah lepas dari Corona, alat-alat kesehatannya dijual murah.”, – lanjut Rouli.

Ia pun mendesak, Pemerintah harus bisa membuka kran impor alat kesehatan kepada sektor swasta, agar harga alat kesehatan untuk mencegah Covid-19 normal kembali. Jika ini tidak, maka korban Covid-19 akan meningkat drastis di seluruh provinsi karena susah mendapatkan alat-alat kesehatan. Kemendag sudah menerbitkan Peraturan no. 28 thn 2020 sbg jawaban ats situasi tanggap darurat. Hal ini telah membebaskan tanggungjawab Laporan Surveyor (LS) dan Persetujuan Impor (PI) atas importasi barang Alkes. Namun kami belum menemukan sosialisasi aturan dari Kemenkes tentang Hak Edar yg seyogyanya diperlukan untuk menerbitkan Persetujuan Impor, kan jadi bingung” ujar Ketua BMIR Rouly.

“Supaya harga normal kembali, buka kran impor selebar-lebrnya bagi pihak swasta yang ingin mengimpor alat kesehatan dari luar negeri. Kalau tidak begitu, jumlah korban Covid-19 akan semakin banyak.” – tegas Rouli.

Dalam stuasi seperti ini, Pemerintah tidak akan sanggup menangani sendirian.
“Pemerintah harus mengajak pengusaha swasta seluas-luasnya bergotong -royong memerangi Virus Corona melalui bidang kerjanya. Himbau mereka yang punya uang untuk impor alat kesehatan dan menjualnya dengan harga murah sehingga alat-alat tersebut mudah dijangkau oleh masyarakat di ppelosik sekalipun, biar masyarakat mudah belinya.”, – tutup Rouli. (Red)