Wed. Apr 1st, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Warga Berharap Jokowi Berikan Kelonggaran Cicilan Bagi Peminjam Bank Mekaar

Rakyatmerdekanews.com, Lebak – Merebaknya wabah Corona alias Covid-19 semakin membuat sulit perekonomian rakyat, utamanya masyarakat tingkat bawah. Tak hanya ketakutan, virus Corona ini juga berdampak terhadap pendapatan rakyat.

Hal ini diakui Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap mendapat keluhan dari para tukang ojek hingga sopir taksi yang memiliki kredit motor dan mobil.

Untuk itu, Jokowi menjanjikan memberi kelonggaran untuk tukang ojek, sopir taksi, serta nelayan dalam pembayaran cicilan kredit kendaraan.

Kabar ini disampaikan Jokowi saat rapat dengan para gubernur melalui video conference dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/3/2020).

“Saya sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun,” ujar Jokowi.

Pemerintah juga memberikan kelonggaran cicilan bagi pengusaha kecil menengah. Para pengusaha yang melakukan kredit dengan nilai di bawah Rp 10 miliar akan diberi penundaan cicilan selama 1 tahun dan juga penurunan bunga.

Jokowi mengaku sudah membicarakan rencana ini dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dapat diwujudkan.

“OJK akan memberikan kelonggaran, relaksasi kredit bagi usaha mikro, usha kecil untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar.”

Warga di wilayah Kecamatan Wanasalam, Lebak, provinsi Banten sangat berharap agar rencana pemerintah akan memberikan kelonggaran cicilan bagi pengusaha kecil menengah juga diberlakukan bagi warga peminjam Bank Mekaar maupun Permodalan Nasional Madani (PNM). Pasalnya, kondisi ekonomi masyarakat sedang terpuruk.

Dari pantauan media Rakyatmerdekanews.com, di lapangan (26/3), masih di temukan adanya petugas keliling menagih cicilan Bank Mekaar, yang mana mereka tetap mengejar warga meski belum ada uang untuk mengangsur. Dan hanya sebuah himbauan dari petugas Bank Mekar dengan tidak adanya perkumpulan saat menyerahkan angsuran.

Para petugas berdalih, karena belum mendapat intruksi dari atasan, sehingga mereka tetap menjalankannya kegiatan penagihan. (Yani/Ttn)