Sat. Jun 6th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Forkopimda Banjar Gelar Rakor Kemungkinan Pemberlakuan Karantina Kesehatan

MARTAPURA – Meningkatnya ODP penderita Covid-19 akhir-akhir ini kian meningkatkan kewaspadaan para pimpinan daerah tanpa terkecuali di Kabupaten Banjar.

Bupati Banjar dan Sekda serta Dandim 1006/ Mtp didukung Forkopimda seluruh SKPD bergerak cepat melakukan Rapat Koordinasi terbatas terkait Covid – 19  di Mahligai Sultan Adam pendopo Martapura Kabupaten Banjar, Selasa (31/3/2020).

Rapat dilakukan terkait kebijakan pemerintah kemungjinan Karantina wilayah perlu diberlakukan.

Menurut Bupati Banjar Kholilurrahman untuk mencegah
penularan Virus Corona atau covid-19 masuk Kabupaten Banjar Pemkab setempat segera memberlakukan pengurangan akses keluar-masuk warga.

“Kembali dipapar Bupati Hasil ini nantinya merupakan kesepakatan bersama melalui rapat koordinasi (rakor) membahas tentang wacana Karantina wilayah atau Karantina Kesehatan langkah-langkah lainnya dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona atau covid-19 masih dalam pembahasan untuk mengambil keputusan, Ungkap Bupati

ODP terus bertambah, dan ada PDP dua orang warga Kabupaten Banjar positif dan masih dalam penanganan medis serta observasi.

Dalam hal ini Dandim Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto S.I.P, M.M, M.I, Pol memberikan usulan terkait Kebijakan pemerintah perlu tidaknya diberlakukan ” KARANTINA WILAYAH ”

Beberapa usulan masukkan dari Forkopimda dan Satgas Gugus, Dandim ,Diberlakukannya Karantina Wilayah akan berdampak pada ekonomi dan sosial masyarakat, namun jika tidak diberlakukan para penderita ODP dinilai samakin bandel .

” Nah yang menjadi usulan saya ( Dandim) biaya dan sarana tempat karantina terlalu banyak, apa yang disampaikan Bupati tadi Asrama haji siap menampung karena sudah koordinasi dengan pemerintah daerah Provinsi Pak Gubernur Paman Birin itu sangat efektif. Untuk itu dari keputusan tersebut hendaknya kita ambil saran dari Dinas Kesehatan yaitu tidak usah buru-buru lebih baik kita Lockdown Karantina Kesehatan saja” harp Dandim ”

Lebih lanjut Dandim menuturkan, Karantina wilayah pemerintah harus menyiapkan tempat dan ketahanan pangan, berapa jumlah pasien yang kita tampung, biaya hidup mereka termasuk keluarga, apalagi ucap gubernur biaya tempat karantina dibiayai kepada daerah Kabupaten dan Kota.

Sementara berbagai saran dan masukan juga disimpulkan Hasil Notulen, dalam pertemuan didapat kesimpulan bersama bahwa diumumkan langsung Bupati Banjar Kholilurrahman diambil kebijakan diberlakukan nantinya Karantina Kesehatan yaitu , Karantina Rumah serta Tempat Khusus

Pemberlakuan pada lokasi lokasi bila ini dianggap mereka sangat bandel dimana terdapat ODP dan PDP dianggap sehat akan tetapi tidak mau mentaati anjuran pemerintah langsung di Karantina. (Ikh)