Fri. Jun 5th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Ekonomi Islam, Solusi Selamatkan Ummat Ditengah Wabah Covid-19

Rakyatmerdekanews.com – Jakarta – Direktur Bidang Riset dan Kajian Strategis Bakornas LAPMI PBHMI Yudha Prakarsa K.Wiguna, mengatakan, bahwa solusi ditengah wabah Covid-19, ekonomi islam adalah solusi untuk menyelamatkan umat melalui zakat, infak dan shodaqoh.

“Ekonomi Islam menjadi solusi untuk menyelamatkan umat ditengah wabah Corona ini,” Ujarnya kepada awak media, Kamis (02/03/20).

Seperti yang kita ketahui, lanjut Yudha, wabah Covid-19 yang melanda Indonesia telah memakan banyak korban dan mengakibatkan resesi ekonomi. Tidak bisa dipungkiri bahwa bidang ekonomi memiliki peran yang sangat signifikan terhadap perkembangan dan kemajuan suatu Negara.

“Maka tidak heran jika setiap Negara senantiasa berusaha menggenjot pertumbuhan ekonominya agar mampu menciptakan kesejahteraan rakyat dan sektor lain dalam sendi kehidupan bernegara sehingga berjalan dengan baik dan lancar. Meski ditengah situasi wabah Covid-19 saat ini,”

Alumni UIN Bandung jurusan Hukum Ekonomi Islam ini menegaskan, penting bagi ummat Islam khususnya ditengah situasi wabah seperti sekarang ini untuk saling tolong menolong menyelamatkan masyarakat dari ketergantungan ekonomi

“Banyak hal yang bisa dilakukan, salah satunya mengajak masyarakat untuk bersatu mengimpun kekuatan dengan mengoptimalkan pengumpulan dana zakat, Infaq dan shodaqoh. Terutama bagi orang-orang yang mampu mengeluarkanya diwaktu sekrangan ini, yang mungkin biasanya dikeluarkan dibulan suci Ramadhan sebaiknya dimajukan waktunya karena masyarakat sangat membutuhkan,”

Dirinya juga meminta agar Badan Amil Zakat yang ada di seluruh Indonesia segera melakukan upaya pemungutan dan pengumpulan baik zakat, infaq dan shodaqohnya, dengan begitu hasil dari dana umat tersebut bisa langsung disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti kebutuhan APD untuk tenaga medis, cairan disinfektan untuk masyarakat, kebutuhan akan pangan, dan lain-lain.

“Pada saat sepeti inilah kita harus cepat tanggap dan bahu-membahu, tolong-menolong agar semua ketidakpastian dan kehawatiran ekonomi bisa kita antisipasi dengan kekuatan umat.” Pungkasnya. (Ghobriz)