Fri. Oct 30th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Tepat Sasaran, Ini Senjata Biologi yang Bernama Covid-19 

Rakyatmerdekanews.com, Jakarta – Virus corona atau covid-19 adalah sebuah senjata biologi yang dirancang manusia untuk diberikan kepada manusia itu sendiri hingga akhirnya tepat sasaran, dan akibatnya timbul efek gedut mematikan. Ini sebuah pendapat penulis dalam menganalisa kehebohan yang tergambar dalam peta dunia begitu mengerikan virus corona atau covid-19 ini.

Namun, dalam analisa seorang dr Moh Indro Cahyono (ahli virus) punya pendapat yang sangat menarik untuk diketahui. Menurutnya seperti yang dilansir Rakyatmerdekanews.com dari grup whatshap, pada Rabu (1/4/2020) ia menuturkan, bahwa kedudukan virus Corona atau Covid-19 adalah benda mati yang dapat hidup di media hidup. Dia tidak bisa hidup menempel apalagi memproduksi markas virusnya di benda-benda mati.

Namun perlu diketahui setiap orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu atau ludah) lalu kena di baju, kain, atau meja. Maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Jika baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan. Misalanya, karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Jika sudah mengering ya sudah virusnya akan mati.

Lebih jauh ia pun mengatakan, virus itu tidak bisa hidup di udara. Dia hanya jadi butir-butir kristal saja. Semua jenis virus. Baik virus flu, TB maupun paru.

Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan sebelumnya. “Kendati tangan ini termasuk bagian hidup tapi selama dropletnya kering, dibersihkan maka virus pun akan mati,”jelasdr Moh Indro.

Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga jalur yakni mata, hidung, dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan antis, sabun, air panas, asing, atau cairan cuka/asam.

Virus juga tidak bisa hidup di air panas, air asing, cuka, atau cairan asam.Maka jika sudah terinfeksi segera konsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga).

Dia juga katakan, terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh total, bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor.

Sedangkan begi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah. Karena usia produktif antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan manula. Anti bodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus. Untuk menekan rasa stres bagi yang sudah positif cukup mengonsumsi vitamin, dan antibiotik.”Jangan ke RS yang sudah ditentukan.Karena itu diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah,”ungkapnya.

Jangan stres dan panik. Karena jika stres dan panik,maka antibodinya akan lambat berproduksi. Dengan itulah kita mudah terserang. Apalagi stres itu hanya membuat psikosomatik (kondisi jiwa yang tersugesti) lalu membuat tubuh lemah.

Sedangkan Virus yang dikatakan bertahan hidup di tempat basah lebih dari 9 jam itu hoaks. Di panci, di kardus, di udara, di gagang pintu, di aluminium dan lainnya itu HOAKS. Sekali lagi virus tidak dapat hidup di benda-benda mati. Jika dicurigai ada droplet di sana maka cukup dibersihkan saja.

Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh seperti orang yang kena flu karena status positif itu sementara.

Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali.”Asumsinya, di dalam tubuh kita ini ada yang namanya sel memori. Jika dia terinfeksi kembali maka masa inkubasinya tidak selama waktu awal terifeksi.Hanya 24 jam (1 hari),”imbuhnya. Karena sel memorinya akan menampilkan data bawah orang ini pernah terinfeksi. Sehingga sehari kena besok atau paling lambat dua hari sudah sembuh lagi.

Yang paling penting dengan adanya covid-19 ini semua orang jadi sadar sehat

Tumbuhkan rasa optomisme, dan pengetahuan tentang virus. Jangan buat asumsi salah-salah yang membuat kepanikan. (Delly M)