Mon. Jan 18th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Warga Jembatan Besi Jakarta Barat Dihantui Wabah Ulat Bulu 

Rakyatmerdekanews.com-Jakarta, – Belum usai menghadapi virus mematikan, yakni Corona atau Covid-19, kini masyarakat ibukota Jakarta, utamanya warga di lingkungan RW 02, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat kembali dihantui wabah ulat bulu yang sangat meresahkan. Pasalnya, wabah itu selain menyerang tanaman juga masuk ke rumah-rumah penduduk.

Edi (52 thn), salah seorang anggota Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) 02 Jembatan Besi mengatakan, wabah ulat bulu mulai menyerang rumah warga sejak bertahun tahun yang lalu hingga sekarang, katanya.

“Kehadiran wabah ulat bulu mulai ketahuan lagi sepekan yang lalu. Lama kelamaan jumlahnya semakin banyak dan menyebar. Padahal awalnya keberadaan ulat bulu hanya di pohon PT Kahaptex di kawasan Jembatan Besi, “kata Edi kepada media Rakyatmerdekanews.com, Kamis (2/04/2020).

Masih kata Edi, semakin hari ulat bulu itu kian bertambah banyak dan menyebar. Kawanan ulat bulu itu pun mulai masuk ke rumah warga.

“Iya banyak banget, kalau kita nongkrong aja biasa gitu, banyak kita temuin. Terus mulai juga masuk ke rumah warga, “tuturnya.

Selain itu, kawanan ulat bulu juga ditemukan di tembok rumah warga. Bahkan akibat serangan itu, sejumpah warga  mengalami gatal-gatal.

Edi mencontohkan, saat warga menjemur handuk lantas usai dipakai mereka mengalami gatal-gatal terus bentol. Eh ternyata benar, pas dilihat ada ulat bulunya.

Atas serangan ulat bulu itu, Edi pun langsung melaporkan ke kantor kelurahan dan di tanggapi langsung oleh Lurah Jembatan Besi, Tarcius Iwan Setiawan S, P), yang mana perangkat kelurahan langsung melakukan penebangan pohon yang berada di lokasi sekolahan, ucapnya.

“Saya LMK 02 yang bermukim di RW. 02 melaporkan dan saat ini ulat bulu itu sudah mulai memasuki rumah saya. Dampak dari PT Kahaptex atau dari sekolahan. Meski begitu, di lokasi masih terdapat beberapa ulat bulu yang tampak terlihat di jalanan, rumah penduduk dan masuk ke atap serta tembok warga, pungkasnya. (Ed)