Tue. Sep 29th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

PSBB Tak Hambat Arus Bongkar Pelabuhan Tanjung Priok

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok (OP).

Rakyatmerdekanews.com,Jakarta – Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB),yang telah diterapkan Pemerintah Daerah Ibukota Jakarta,ternyata tidak menyurutkan kegiatan arus bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok,sebagai jendela perekonomian nasional. Seperti apa yang diutarakan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok (OP),bahwa secara volume dan aktifitas operasional pelabuhan di Tanjung Priok sampai dengan pertengahan bulan Maret masih normal.”Memang saat ini ada penurunan volume pada pertengahan bulan Maret sampai dengan saat ini, namun itu dikarenakan keterlambatan beberapa kapal dari beberapa pelabuhan asal baik dari negara atau daerah yang terdampak covid 19″, ujar Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (Ka OP) Tanjung Priok, Jece Julita Piris, SE, MSi,Sabtu (11/4/2020),kemarin.

Dia juga mengatakan, Otoritas Pelabuhan yang merupakan kepanjangan tangan dari Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, tetap berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus kapal, barang dan logistik dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok di tengah wabah virus corona (Covid 19), khususnya pada saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pada saat seperti ini, kami (OP) pun tetap mengawasi perkembangan kegiatan operasional dan berkoordinasi dengan instansi lain dalam mendukung kelancaran arus barang di pelabuhan” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Standar Operasinal Prosedur (SOP) dalam mencegah dan menangani penyebaran virus corona (Covid 19),terus diupayakan.

Dalam hal ini Pemerintah menghimbau kepada seluruh pengguna jasa, entitas pelabuhan, serta seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan pada saat ini, sesuai dengan Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/216/2020 Tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid 19) di Tempat Kerja dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Nomor SE 13 Tahun 2020 Tanggal 25 Maret tentang Pembatasan Penumpang di Kapal, Angkutan Logistik, dan Pelayanan Pelabuhan Selama Masa Darurat Penanggulangan Bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

“Tentunya kita semua berharap agar wabah virus corona (covid 19) ini segera mereda dan menghilang. Mengingat dampaknya akan cukup besar,”imbuh Ka OP.(Delly M/Humas)