Tue. Jul 27th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Covid-19 dan Rencana Kudeta


Oleh: Dr. Edi Prasetyo, Sp.S, MH/ 13042020

Rakyatmerdekanews.com, JAKARTA – Bila kita mendengar berita tentang Kudeta, maka yang terbayang dalam benak kita adalah suatu usaha kelompok tertentu, baik itu militer atau politisi untuk mengulingkan pemerintahan yang sah secara paksa ataupun ilegal serta inkonstitusional.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kudeta adalah kata kerja yang berarti perebutan kekuasaan (Pemerintahan) dengan paksa. Sedangkan Wikipedia mengartikan Kudeta adalah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara tidak sah atau illegal.

Pada dasarnya Kudeta adalah perbuatan pidana namun perbuatan pidana akan lenyap apabila Kudeta berjalan sukses karena adanya legitimasi politik dari rakyat dan militer. Lalu apa bedanya dengan Makar?

Kudeta atau makar sebenarnya dua istilah yang dapat ditempatkan pada posisi dimanapun penguasa yang sah inginkan. Namun secara umum Kudeta lebih cenderung politis, sedangkan Makar lebih ke ranah hukum, hal ini bisa dilihat pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 104, pasal 106 dan pasal 107. Sedangkan syarat Makar diatur dalam pasal
87 KUHP.

Lalu bagaimana korelasinya dengan Covid-19? Disini saya tidak membahas Kudeta yang berkaitan dengan politik atau militer namun Kudeta yang sedang dijalankan oleh Covid-19 adalah berusaha menempati posisi paling tinggi di siklus rantai makanan. Virus Covid-19 adalah mahluk hidup juga yang berasal dari hewan dan menular melalui infeksi spillover yaitu ketika populasi reservoir dengan prevalensi tinggi bersentuhan dengan populasi inang baru.

Asal sebenarnya tidak diketahui
tetapi pada desember 2019 penyebaran infeksi mulai beralih dari manusia ke manusia dan akhir Maret ditemukan juga dari manusia ke hewan, seperti kucing dan harimau. Sifat virus Covid-19 ini seperti gerakan Kudeta yang terencana karena virus menginfiltrasi melalui mulut, hidung dan mata manusia melalui droplet yang terlepas dari individu yang menderita Covid-19.

Saat masuk kedalam tubuh virus ini menempati posisi-posisi yang strategis dan vital bagi kelangsungan hidup manusia
yaitu Paru-paru dan Jantung walaupun penelitian lain ditemukan di cairan otak dan organ pencernaan.

Diagnosa fase awal sulit dilakukan karena virus Covid-19 ini dapat menyamar sebagai gejala penyakit yang tidak berbahaya pada umumnya, sehingga pada manusia yang sudah memiliki penyakit penyerta sebelumnya dan memiliki imun yang rendah maka kudeta Covid-19 terhadap manusia berhasil dilakukan dan menimbulkan kematian.

Lalu apakah kita berdiam diri terhadap usaha Kudeta tersebut? Kalau saya memilih tidak berdiam diri, kita harus balik melawan. Salah
satu cara yang ampuh dalam mencegah terjadinya Kudeta oleh virus Covid-19 adalah dengan memutus mata rantai penularan virus tersebut. Caranya dengan sosial distancing yang ketat, jaga jarak 1-2 M dan memakai masker di ruang publik karena virus dapat masuk melalui doplet yang keluar dari mulut maupun hidung penderita yang tanpa gejala saat berbicara ataupun bersin. Mencuci tangan secara teratur pasca menyentuh benda-benda yang sering digunakan bersama-sama.

Meningkatkan imun tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi serta berolah raga teratur. Kegiatan diatas dapat menstimulus Hormone Endorphin yang nantinya dapat meningkatkan kadar imun tubuh dalam melawan virus Covid-19. Lebih banyak dirumah secara tidak langsung juga memutus logistic virus Covid-19 ke inang lainya dalam hal ini manusia. (Jons)