Tue. Sep 29th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Di Tengah Covid-19, Stevanus Rocky Laloan, SE, MM Dukung Program Pemerintah Tentang Stimulus Kartu Kredit 

Foto: Founder-CEO-Urban Development, Stevanus Rocky Laloan, SE, MM.

RMnews, Jakarta – Terobosan yang dilakukan seorang Stevanus Rocky Laloan, SE, MM selaku FOUNDER-CEO-Urban Development ditengah mewabahnya virus Covid-19 dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Tidak dapat dipungkiri
kedatangannya memberikan dampak yang signifikan bagi pelaku usaha dan
masyarakat. Dari data kementerian ketenagakerjaan (Kemnaker) sedikitnya terdapat 1.500.156 orang yang di PHK dan di rumahkan dari 83.546 perusahaan.

Kepada media ini (9/5/20), Stevanus Rocky Laloan mengatakan, bahwa pihaknya mendukung program pemerintah tentang Stimulus Kartu Kredit ditengah pandemi Corona yang melanda Indonesia, katanya.

Masih menurut Rocky,
kondisi seperti sekarang ini akan mendorong terjadinya gagal bayar – Non
Perform Loan (NPL), dan pemerintah harus campur tangan.

Dikatakan, kebijakan pemerintah yang sudah dijalankan dan efektif per tanggal 1 mei 2020,
yaitu Bi memutuskan untuk menurunkan batas maksimum suku bunga kartu
kredit, dan besaran denda keterlambatan pembayaran kartu kredit. Selain mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DDR)
sebesar 4,5 %, rapat dewan Gubernur (RDG) BI pada tanggal 13 april-14 April
2020 memutuskan untuk melonggarkan kebijakan kartu kredit, ucapnya.

Diharapkan dengan adanya stimulus ini, belanja masyarakat tetap terjaga
sehingga transaksi belanja terus terjadi.
Rocky menguraikan, ada beberapa point penting yang mesti kita ketahui tentang aturan penurunan
Bunga Kartu Kredit, diantaranya meliputi,
1. Penurunan suku bunga kartu kredit menjadi 2 % per bulan.
Sebelum BI mengeluarkan aturan penurunan suku bunga kartu kredit,
Diketahui bahwa indonesia adalah negara yang mematok suku bunga
kartu kredit terbesar di dunia. gubernur BI Perry Warjiyo, mengatakan rata2x
Suku Bunga Kartu Kredit yang dipatok Bank Penerbit ( Bank Issuer).

Di Indonesia mencapai 26,6 % per tahun, sementara aturan batas yang
diperkenankan sebesar 27 % per tahun atau berarti 2,25 % per bulan.
Namun mulai 1 Mei 2020 , batas maksimum suku bunga kartu kredit diatur
2 % per bulan.
2. Minimum Payment Kartu Kredit menjadi 5 % per bulan.
Sudah dalam beberapa tahun terakhir, rata rata perbankan di indonesia yang
Mencetak kartu kredit menentukan nilai pembayaran minimum kartu kredit
Sebesar 10 % dari total tagihan kartu kredit; urainya.

Lebih jauh Rocky menyampaikan, angka ini dinilai dapat membebani nasabah
yang kemungkinan berkurang pendapatannya
karena wabah corona.
3.Penurunan Denda Keterlambatan Pembayaran
Kartu Menjadi 1 % Per Bulan.
Denda Keterlambatan Pembayaran Tagihan Kartu
Kredit juga seringkali membebani nasabah ( Card
Issuer ), terutama ditengah pandemi corona seperti
saat ini.
Bagi Pelaku Usaha ( Entrepreneur ) dan Pekerja
yang mengandalkan pendapatan harian, denda
keterlambatan yang terus berjalan semakin
membuat Tagihan nembengkak.

Kebijakan Bi yang
baru per tanggal 1 may 2020, menurunkan denda
keterlambatan pembayaran kartu kredit, dari
semula 3 % perbulan dari tagihan kartu kredit atau
maksimal Rp.150.000., menjadi 1 % dari total
tagihan atau maksimal 100.000., kebijakan ini,
berlaku sementara sd 31 desember 2020.
Stevanus Rocky Laloan, SE,MM, ( Founder-CEO-
Urban Development), berharap pandemi corona ini
akan cepat berakhir, dan perekonomian akan segera pulih kembali. (Adv)