Mon. Jun 1st, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Pasar Musiman Dramaga Jelang Idul Fitri, Di Duga Sebabkan Penularan Penyebaran Covid-19 di Wilayah

Rakyatmerdekanews.com, Kab.Bogor – hasil pantauan awak media dilapangan, Pasar Dramaga terlihat begitu ramai di kunjungi warga berbeda seperti hari biasanya.

Ternyata pedagang yang biasa berjualan di pasar turun kebawa juga menutup akses jalan umum yang biasa dilalui oleh masyarakat untuk melintas dan pelaksana ini sudah berlangsung sejak kemarin., sabtu (23/05/20).

Salah satu redaktur media rakyatmerdekanews.com M.Efendi.M atau yang sering disapa Bangzes turut memberikan komentar dengan adanya pelaksanaan pedagang pasar Musiman di Dramaga di duga akan menyebabkan dampak penyebaran dan penularan covid19 diwilayah dan di duga juga telah melanggar aturan pemerintah dan tidak mengindahkan protokol kesehatan ataupun peraturan PSBB yang telah di keluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa bulan yang lalu.

” Patut untuk menjadi suatu perhatian buat kita semua dan buat aparatur setempat terutama Muspika Dramaga yang bertanggung jawab penuh untuk menjaga lingkungan dengan pemberlakuan PSBB yang telah dikeluar oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil agar wabah pandemi covid-19 cepat teratasi dan cepat selesai, harus benar-benar dijalankan.

Padahal kita ketahui bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menandatangani Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanggulangan COVID-19 di Wilayah Provinsi Jawa Barat., juga mengeluarkan keputusan dan peraturan tentang perpanjangan kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kawasan Bogor Depok Bekasi (Bodebek) dan tidak terlihat petugas aparatur setempat memberikan pencegahan dan himbauan tentang bahaya covid-19 yang mematikan.

” hasil pantauan media, banyak sekali warga yang tidak memakai masker saat keluar rumah berbelanja dipasar musiman di Dramaga, tidak menjaga jarak satu dengan yang lainnya serta banyak orang berkumpul., apakah ini PSBB akan bisa berjalan dengan baik, patut menjadi satu pertanyaan, tentang keseriusan pemerintah Jawa Barat Menangani pencegahan Covid-19 ini ” kata bangzes.

Menurutnya, Berjualan boleh saja dan tidak dilarang, mencari uang boleh saja tidak dilarang. asalkan mereka mematuhi protokol kesehatan, kita semua tidak tahu saat aktifitas pasar musiman digelar, mereka berkomunikasi satu dengan lainnya saat dipasar melaksanakan protokol Kesehatan apa tidak dan siapa yang jamin, mereka yang berjualan ataupun yang datang kepasar itu terbebas dari covid19 atau Negatif dari Covid-19. kepengennya sih, wabah covid-19 ingin cepat selesai, tapi peraturan pemerintah dilanggar, kemugkinan Nol Besar kalau melihat seperti ini dilapangan.

Kalau tidak ada wabah pandemi Covid-19 ini sih, silakan saja mengelar pasar musiman. Saat sekarang ini tidak tepat, karena dapat menyebabkan penularan penyebaran covid-19. Kasihan mereka para petugas medis kesehatan seperti perawat, tim gugus tugas covid19 diwilayah yang telah berjuangan mati-matian melawan covid19 agar cepat selesai, dengan mengabdikan dirinya untuk kita semuanya. Tapi kalian malah acuh dan cuet dengan peraturan pemerintah” ungkap bangzes.

penanganan memutus mata rantai penyebaran dan penularan yang ada di wilayahnya cepat selesai sesuai dengan ke inginan masyarakat dan bisa beraktifitas seperti biasanya itu kemungkinan besar nihil kalau melihat dilapangan tidak mematuhi peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah ” paparnya.

Meminta kepada pihak Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil harus tegas dan terus melakukan monitoring kegiatan jajarannya dengan baik., apalagi data yang ada diwilayah Kecamatan Dramaga Itu zona hijau, tapi dengan adanya kegiatan pasar musiman jelang idul fitri yang mengumpulkan banyak orang, terlihat banyak masyarakat tidak memakai masker saat keluar rumah serta tidak menjaga jarak saat berkomunikasi dan tidak mengikuti Protokol kesehatan, dugaan serta tidak akan menjamin lagi Kecamatan Dramaga menjadi zona hijau di hari-hari berikutnya., dan meminta kepada pihak Kecamatan untuk melakukan rapih tes kepada pedagang yang sudah melakukan aktifitas itu, untuk mencegah penyebaran penularan wabah covid19 yang ada diwilayah ” tutupnya., (red)