Wed. Sep 30th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Dampak Pemberlakuan PSBB Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat

Agrasadya, Dosen Prodi Manajemen Universitas Pamulang.

SIAPAPUN dan dimanapun kita tentu tidak pernah menyangka dan berharap akan mengalami sebuah hal yang besar dalam proses kehidupan kita yaitu hidup di tengah mewabahnya sebuah virus yang dikenal dengan istilah “Virus Corona” (COVID-19).

Virus ini sudah mewabah hampir di seluruh negara di dunia dan telah menelan korban hingga lebih kurang 3 juta jiwa. Terakhir kali umat manusia mengalami wabah serupa yaitu pada tahun 1918 di mana wabah flu spanyol menjangkiti 500 Juta jiwa penduduk dunia dan menelan korban sekitar 50 – 100 Juta jiwa penduduk di seluruh dunia.

Seketika kita mulai tersadar bahwa kita akan berjuang untuk kembali ke kehidupan normal ditengah mewabahnya pandemi ini atau yang sering di gaungkan oleh pemerintah dengan sebutan “New Normal”. Pro dan kontra menyelimuti hampir setiap individu. Banyak pertanyaan bermunculan. Darimanakah virus ini berasal? Bagaimana virus ini bisa muncul dan dengan cepat menjangkiti manusia? Atau Mengapa virus ini muncul namun belum ada yang menemukan vaksinnya?. Pertanyaan diatas selalu bermunculan ditengah masyarakat. Lalu siapakah yang harus dipersalahakan atas mewabahnya virus ini? Dan mengapa virus ini sulit untuk dikendalikan?.

Tentunya kita tidak menyalahkan siapapun atas kondisi yang dialami masyarakat saat ini. Kapan pandemi virus ini akan berakhir juga bukan semata-mata hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah saja. Kita semua mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama dalam pengendalian penyebaran virus ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa PSBB berakhir bukan karena kebijakan pemerintah semata melainkan perilaku masyarakat yang telah dapat dikendalikan terutama dalam hal pembiasaan hidup dengan protokol “New Normal”.

Saat ini masyarakat sangat berharap dapat kembali ke kehidupan normal. Bagaimana tidak pandemi ini telah berdampak pada banyak sektor, baik itu dari sisi ekonomi maupun pendidikan. Masyarakat saat ini dihadapkan pada pilihan yang sulit. Harus bekerja dan belajar dari rumah. Pusat perbelanjaan tutup sehingga pengusaha merumahkan sebagian atau seluruh karyawannya. Sekolah-sekolah tutup. Para orang tua khawatir akan kesehatan anak-anaknya apabila sekolah dibuka. PSBB yang diberlakukan tidak sama rata antar daerah, membatasi pergerakan orang sehingga membuat sebagian masyarakat bingung dan khawatir karena adanya sanksi tegas terhadap pelanggar PSBB.

Hal ini tentu berdampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena kondisi ekonomi yang sulit, mereka harus berpikir ulang bagaimana menata kehidupan mereka untuk menghadapi hari-hari kedepan. Bagi sebagian orang yang masih dapat hidup survive tentu karena memiliki penghasilan tetap.

Di sisi lain para pekerja kontrak, freelancer, dan pedagang kesulitan dalam mencari nafkah dengan cara yang lain. Dari sisi pendidikan anak-anak diharuskan belajar dari rumah secara daring yang secara tidak langsung mengurangi keefektifan pembelajaran. Mungkin bagi masyarakat perkotaan hal ini masih dapat dilakukan dengan mudah. Namun bagaimana dengan pendidikan siswa-siswi di pedalaman atau pelosok negeri yang mungkin saja belum terjangkau pembelajaran daring.

Semua hal diatas tentunya menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk dapat kembali kepada kehidupan normal kita. Pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin harus bertahan dalam waktu yang lama didalam rumah. Mereka harus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Anak-anak harus bersekolah demi mewujudkan masa depan dan cita-citanya.
Inilah saatnya kita bersama-sama mewujudkan cita-cita kita untuk kembali berkativitas normal seperti sedia kala. Pemerintah dalam beberapa pekan ke depan akan melakukan pelonggaran PSBB dan memberlakukan protokol “New Normal” dalam aktivitas warganya.

Namun itu semua berangkat dari evaluasi PSBB dan Perilaku masyarakat, juga peran serta kita bersama yang akan menentukan keberlanjutan dan pelonggaran PSBB itu sendiri. Sudah saatnya kita membantu pemerintah, masyarakat dan keluarga kita sendiri dengan cara membiasakan diri hidup bersih, memakai masker serta perlakuan social dan physical distancing.
Bersiaplah menghadapi kehidupan “New Normal”. Jalankan itu dengan baik dan konsisten. Semoga Allah SWT TUHAN Yang Maha ESA segera mengangkat wabah ini dan kita semua dapat kembali ke kehidupan normal yang kita harapkan. Kembalikan semua kepada diri kita sendiri.

 

Oleh : Agrasadya, (Dosen Prodi Manajemen Universitas Pamulang)