Thu. Jul 2nd, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Apa Tanggapan Bongky Marcel, Trison Roxx dan Taraz TRIAD Tentang Pandemic Covid-19 ??

 

RakyatMerdekaNews, Jakarta
Banyak hal dirasakan oleh para musisi akibat wabah penyakit covid-19. Ada positif dan ngatifnya dari kejadian penyakit yang menakutkan ini.

Berikut ini 3 musisi papan atas Indonesia menanggapi wabah penyakit ini, mulai dampak positif dan negatifnya serta harapan harapannya.

“Syukuri aja. Apa yang gue rasakan jadi lebih dituntut beribadah yang lebih baik lagi,” ungkap Bongky Marcel, arranger musik, bassist band BIP yang juga mantan personil Slank ini ketika ditanya apa yang dirasakan akibat dari Pandemic ini.

Menurut Trison Manurung, vocalis band Roxx,
“yang pasti secara ekonomi pendapatan kita menurun dari job panggung. Tapi di sisi lain kita jadi dituntut lebih baik lagi, ya ibadahnya, bersih bersih diri. Yang penting kita jangan parno (paranoid, red.) karena malah membuat imun tubuh kita jadi turun.”

“Kalo ogut sih yakin aja rejeki udah ada yang ngatur. Tetap bersyukur. Dari live streaming di sosmed lumayanlah nyari duit dari rumah,” jelas Taraz Bistara, gitaris TRIAD-nya Ahmad Dhani.

Apa yang anda tahu tentang covid-19 ini? tanya RMnews
Menurut Bongky,
“Penyakit ini kelihatannya seperti flu biasa tapi membahayakan. Dibalik itu, ada originalnya dimutasi manusia dikasih kondisi tertentu. Salah satunya lewat kejadian, karena ada orang yang pintar kondisikan jadi Pandemic, persepsi ketakutan selain penyakitnya sendiri.”

Lebih jauh Bongky mengatakan,”ahli-ahli virus sudah ada yang bikin formula biologi jadi senjata diarahkan untuk kondisi sebagai penyakit yang tujuannya menguasai, mengontrol kekuasaan. Sudah beberapa dekade manusia dibuat sengketa jadi user perang dunia demi keuntungan militer jual beli senjata, selalu dibuat sengketa, kubu, organisasi, sampai agama dibikin konflik.”

Lain lagi yang diungkap Trison, “Penyakit ini sudah ada sejak jaman jahiliah. Dulu namanya penyakit Sampar terjadi pada jamannya nabi Nuh. Jadi gue ga percaya ini buatan manusia. Buktinya orang gila (sakit jiwa, red) yang kondisi tubuhnya kotor justru ga kena penyakit ini. Kita yang dianjurkan bersih bersih diri malah banyak yang terjangkit.”

Taraz pun beda menanggapinya, “Kalo ogut sih lihatnya seperti ada campur tangan manusia untuk bisnis jualan vaksin. Berapa juta manusia yang terjangkit penyakit ini nantinya. Disitulah ada sekelompok orang yang ingin mencari keuntungan dengan menjual vaksin. Seperti ada yg merencanakan perang dagang melalui senjata biologi.”

Lalu apa dampak positif dan negatifnya? tanya RMnews lagi.

“Himbauan pemimpinnya untuk warganya mandiri supaya bisa ketahanan pangan dan mental. Itu dulu yang penting !” Tegas Bongky ketika ditemui RakyatMerdekaNews di bilangan kalibata Jakarta Selatan (30/5/2020).

“Positifnya ya kita diperingati jadi lebih mawas diri, bersih bersih dan beribadah yang bener. Kalo negatifnya jadi banyak pengangguran, ekonomi hancur,” jelas Trison.

“Kalo positifnya ogut ngeliat banyak temen temen ogut jadi lebih religius. Bersih. Ogut aja yg biasanya cuci tangan sehari cuma 10 kali, sekarang bisa 50 kali hahaha..,” ungkap Taraz sambil ketawa.

“Ohh ya negatifnya kita jadi kaya saling curiga berpenyakit apa ngga, jaga jarak jadi berkurang silaturahmi kita ke temen dan juga saudara,” kata Taraz lagi.

Lalu apa harapan ke depannya?
“Integrasi akamsi (sebutan baru Anak Kampung Sini, red.) untuk melindungi lingkungannya dan membangun kearifan lokal supaya harmoni jiwa dan tanah airnya,” harap Bongky.

Trison pun berharap, “Harapan gue, ekonomi bisa normal lagi. Kita bisa hidup normal lagi dan bisa lebih baik.”

“Kalo ogut sih berharap kita bisa temuin vaksin sendiri. Jangan vaksin yg diperjual belikan nanti,” ungkap Taraz berharap.

Tanggapan dan pendapat dari ketiga musisi ini bisa kita jadikan masukan yang cukup buat kita.

Semoga kita selalu dalam lindungan yang Maha Pencipta !! (Amin Bearland)