Thu. Jul 2nd, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Ulah Oknum Preman, Pekerjaan Jalan Tol Padang Pariaman – Pekanbaru Terhenti

Rakyatmerdekanews.com – Padang Pariaman Sumbar — Direktur PT. Bumi Sentosa Dwi Agung (BSDA) Perwakilan Sumbar, Puryanto, sebagai pelaksana pekerjaan Jalan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru mengaku mengeluh dan resah, artinya tidak ada rasa aman dalam bekerja dengan tingkah oknum preman Kasang, Jibun dan Firdaus Cs.

Puryanto menyampaikan keluhannya kepada media, Minggu (31/5/2020) karena sudah tiga hari anggotanya tidak bisa bekerja, akibat jalan ke tempat pengambilan materil (tambang( diportal atau alias ditutup oleh Firdaus Cs.

Menurut Puryanto, mereka sudah hari kedua, besok (senin 1/6/2020) hari ketiga, sopir-sopir dan operator itu , tidak bisa bekerja, banyak keluarganya yang telpon saya mengatakan suaminya minta kiriman uang untuk beli tiket bus akan kembali saja ke Jawa karena sudah sampai di Padang Pariaman tidak bekerja ,

Namun masih saya tahan dulu sampai perusahaan PT BSDA melaporkan saudara Jibun dan Firdaus , serta Edi Rahman ( pelaku ) yang menghambat pekerjaan PT BSDA, Polres Padang Pariaman agar ada tindakan hukum karena PT BSDA sudah membayar punggutan restribusi sebesar Rp 20.000 setiap Truck PT BSDA melintas jalan Kasang.

Menurut Puryanto, saudara Jibun megaku tanah yang dilintasi truck PT BSDA itu milik dia. (Jibun), dia mengklaim dan saat ini PT BSDA sudah membayar lebih dari Rp 50.000.000 ,- ( lima puluh juta rupiah ).

Setelah estimasi kalau PT BSDA selama kerja di jalan Tol HK Padang Sicincin kita bisa merogoh kocek bayar ke saudara Jibun bisa mencapai Rp 3.000.000.000 ,- ( tiga milyar rupiah ) hingga ( Rp 4.000.000.000 ,- ( empat milyar rupiah ).

Tetapi dengan cara yang dilakukan Jibun dan Firdaus sekarang, kita bisa berobah pikiran, akan lebih baik kita laporkan persoalan ini kepada pihak penegak Polres Padang Pariaman. Kata Puryanto, selama ini mencoba menahan diri dan tidak melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. “Kalau sudah terasa terjajah, tentu kesabaran saya sudah habis,” ujar Puryanto.

Lebih jauh dituturkan Puryanto, ditutup 1 hari kerja PT BSDA mengalami kerugian hampir Rp 765 juta , mencakup 25 Dump truck tidak beroperasi , 17 Alat Berat dari Excavator , Buldoser , Vibro , Siput , Greader , belum termasuk, kerugian kita tidak bisaa mensuplay tanah dengan estimasi 4000 m3 ke Proyek Pemerintah Jalan Tol Padang – Sicincin jadi akibat tingkah Jibun dan Firdaus terhambat Proyek Pemerintah yang dicanangkan Presiden RI Jokowi Dodo. Presiden Jokowi Dodo ketika pembukaan mengatakan bila ada hambatan agar melapor ke Kapolri atau Kapolda.

Kami PT BSDA selaku sub Kontraktor BUMN yang mengerjakan Jalan Tol Trans Sumatera mulai dari Tol Lampung dan Tol Palembang – Indralaya dan Tol Pekanbaru – Dumai bahkan kita dengan HK diberikan lagi kontrak di Palembang – Bengkulu sama sekali mulus-mulus saja sama sekali tidak pernah ada hambatan.

Baru sekarang PT BSDA bekerja di Jalan Tol Padang – Sicincin menghadapi hambatan dari kelompok Jibun makanya. “Sekarang PT BSDA akan melapor ke Polres Padang Pariaman dan Polda Sumbar semoga dapat dilakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku,” tukuk Puryanto lagi.

Wali Nagari Kasang, Daman Huri, ketika dihubungi secara terpisah, menyarankan pihak PT. BSDA Puryanto, menempuh jaur hukum saja, karena oraang seperti Jibun dan Firdaus, pingin menang sendiri dan tidak mau menerima masukan orang lain.

Padahal jalan yang dlewati PT. BSDA sudah merupakan Jalan Nagari dan tanahnya memang asal dari pihak Jibun, akan tetapi sudah diserahkan kepada Nagari. Namun, karena ada proyek jalan Tol dan nampak ada uang masuk, dia tarik lagi tanahnya.

Bagi kami dari pihak Nagari tidak mempermasalahkan, kalau memang mereka bisa mendapatkan hasil dari jalan tersebut. Kalau pihak PT. BSDA, sudah melengkapi rukun syaratnya, baik secara administrasi pemerintahan, maupun sebagai uang”takuik” kepada pihak Jibun dan Firdaus. “Tidak ada jalan lain, harus jalur hukum,” ujar Daman Huri.

Firdaus yang dihubungi mengatakan, maaf sebelumnya, “kalau Purwanto sudah melaksanakan kewajibannya terhadap masyarakat tak mungkin kami memfortal jalan,” tuturnya.

Satu lagi ditambah Firdaus, boleh tanya langsung kepada masyarakat setempat atau ketua pemudanya adakah kompensasi yang diberikan Purwanto selama ini seperti yang dijanjikan pertama kali mereka mau membuka tambang. “Menurut saya masih ada janji Purwanto yang belum ditepatinya,” tukas Firdaus.

Selanjutnya, Rahmat Wartira, SH Pakar Hukum Pidana ketika diminta komentarnya, mengatakan, Negara kita Negara Hukum dan tidak ada satu pun manusia yang kebal Hukum. Apalagi ini menyangkut mengahalangi pekerjaak Proyek Negara Nasional lagi. “Saya tegaskan kepada PT. BSDA jangan ada keraguan dalam bertindak. Kita buktikan nanti di Pengadilan, sampai dimana kekuatan Jibun dan Firdaaus,” tutur Rahmat Wartira.

(KN)