Thu. Jul 2nd, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Bupati Simeulue Erli Hasim, Langgar Imbauan Pemerintah Dalam Pencegahan Covid 19

Rakyatmerdekanews.com – Aceh Simeulue – Sungguh sangat miris, ditengah pandemi Covid 19 sedang melanda, apa lagi bertentangan dengan imbauan dari pemerintah untuk selalu jaga jarak dan tidak berkerumun mengumpulkan orang banyak.

Dikepulauan itu, dimana kabar akan diadakannya acara seremoni kumas sebel (bertani besar -red), yang dilaksanakan Selasa (02/06/2020), di Kecamatan Simeulue Cut, mendapat berbagai protes dari berbagai elemen masyarakat.

Dimana kegiatan yang dilaksanakan itu, bertentangan dengan imbauan Pemerintah dalam rangka pencegahan penularan corona virus disease 2019 (Covid19), karena para petani di sepuluh kecamatan di Simeulue diundang untuk mengikuti acara seremoni itu.

Tokoh Masyarakat Simeulue, Rasdi, menuturkan, kalau tetap dilaksanakan seremonial humasa sebel di Kecamatan Simeulue Cut itu, berarti Bupati Simeulue Erli Hasim, telah melanggar imbauan Pemerintah terkait pencegahan Covid19 termasuk Maklumat yang dibuatnya sendiri soal mematuhi protokol kesehatan, ujar Rasdi yang didampingi Agam Becu di salah satu cafe di Sinabang, Senin (01/06/2020).

Protokol kesehatan dalam penanganan Covid19 sebelumnya telah dilanggar Bupati Simeulue, Erli Hasim, yaitu acara silaturrahmi lebaran Idul Fitri di kediamannya, seperti foto yang beradar di sosial media acara silaturrahmi tersebut, sementara jika masayarakat yang melanggar ditindak tegas, urai Rasdi dengan nada kesal.

Ini yang kita sesali, masyarakat dilarang takziah, dilarang menggelar acara beramai-ramai, sementara di rumahnya beramai-ramai, kemarin didalam desa saya, ada yang meninggal dua masyarakat, sudah diumumkan agar tidak boleh bertakziah, kalau memang imbauan itu tidak berlaku lagi, cabut saja supaya masyarakat paham, sambung Rasdi.

Seperti diketahui, pada Sabtu (30/05/2020) lalu, diumumkan daerah yang dibenarkan melakukan kegiatan produktif karena berada di zona hijau, dikutip dari laman covid19.go.id bahwa terdapat 102 kabupaten yang boleh membuka pasar, di Provinsi Aceh sendiri dari 23 kabupaten hanya 14 kabupaten yang dibolehkan, sedangkan 9 kabupaten lain termasuk Kabupaten Simeulue tidak diperbolehkan. Lantas, mengapa Bupati Simeulue Erli Hasim berani melakukan kegiatan beramai-ramai?

Sementara itu, Rakyatmerdekanews.com, coba konfirmasi Juru Bicara Satuan Tugas Covid 19 Kabupaten Simeulue Ali Muhayatsyah,SH, melalu telpon selulernya, namun sangat disesalkan, nomor yang dituju sedang dialihkan.[Monanda Phermana]