Thu. Jul 2nd, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Jibun dan Firdaus Cs, Kandas Menuntut PT.HKI, Sekarang menuntut PT. BSDA

Rakyatmerdekanews.com – Padang Pariaman Sumbar – Direktur PT. BSDA Puryanto, mengatakan perusahaanya digugat oleh Jibun dan Firdaus cs sebanyak Rp 800.000.000,- ganti rugi rumah yang retak ke Pengadilan Negeri (PN) Pariaman.

Dalam hal ini, disampaikan Puryanto, melalui anggotanya, Tundo, Rabu (3/6/2020) di PN Pariaman, jelang dilaksanakan sidang perdana gugatan tersebut.

Dikatakan, awalnya Jibun dan Firdaus cs menuntut PT. HKI Hutama Karya. Setelah dilakukan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pariaman, beberapa kali, akhir Jibun dan Firdaus cs, kandas.Kemudian Jibun dan Firdaus cs, mengalihkan tuntutan, minta uang ganti ruginya kepada PT BSDA dengan nilai Rp 800.000.000,- (Delapan ratus juta rupiah)

Dengan ketawa Puryanto mengatakan, ya itulah Jibun dan Firdaus. Kita menduga ada yang bermain dibalik Jibun dan Firdaus cs, untuk mencari cari uang yang lebih besar. “Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum kita ikuti saja sidang di PN Pariaman,” ujar Puryanto.

Menurut Puryanto, PT. BSDA telah memberikan konfensasi Rp 20.000/per tronton setiap melewati jalan yang disebut Jibun dan Firdaus cs, terletak di atas lahan miliknya. Kalau Jibun dan Firdaus cs, bertahan saja dengan konfensasi sampai proyek tol selesai, mungkin jumlahnya ratusan juta ruiah.

Sekarang Jibun dan Firdaus cs, melakukan penutupan jalan dengan portal, sehingga puluhan ekspator dan tronton tidak bisa difungsikan oleh operator dan sopir. Termasuk tenaga kerja lain tidak bisa kerja yang berjumlah 65 orang.
Akibat dilakukan penutupan jalan tersebut, perusahaan dirugikan Rp. 750.000.000,-/perhari. Kita juga akan lakukan tuntutan balik ganti rugi perusahaan tersebut. “Kita bersama perusahaan PT. Rimbo Peraduan dan CV MMRD yang juga mengalami kerugian, juga akan melakukan tuntutan yang sama ke Pengadilan Negeri (PN) Pariaman,” ucap Puryanto.

Pada sidang perdana, Rabu (3/6/2020). Hakim mengatakan sidang ditunda, karena HKI PT. Hutama Karya tidak hadir. Pada kesempatan itu Hakim juga mengatakan, tidak pernah menyuruh Jibun dan Firdaus cs, untuk menutup jalan dengan portal, sebelum ada putusan yang sah.
“Kita tidak pernah perintahkan Jibun dan Firdaus cs, untuk melakukan penutupan jalan dengan portal,” ujar Hakim yang diulangi oleh Tundo yang hadir dalam persidangan tersebut, didampingi rekan-rekannya, Doni, Fuji dan Hardison serta kuasa hukumnya.

Masih menurut Puryanto, bahwa dirinya telah melaporkan Jibun dan Firdaus cs ke Polres Padang Pariaman, atas perlakuannya menutup jalan dengan portal tersebut. “Kita berharap kepolisian dapat melakukan tindakan terhadap Jibun dan Frdaus cs,” Pungkas Puryanto.

(KN)