Thu. Jul 9th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

PMKS PT.Raja Marga, Diduga Tidak Kantongi Izin Amdal

Pabrik Minyak Kelapa Sawit PMKS milik PT. Raja Marga di Desa Lauke, Kecamatan Simeulue Tengah. Dijepret akhir bulan lalu.

Rakyatmerdekanews.com – Aceh Simeulue – Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS), milik PT. Raja Marga, tepatnya di Desa Lauke, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue, diduga berdiri dan beroperasi tanpa izin alias ilegal.

Begitu informasi dari sejumlah sumber dikepulauan itu, tak kecuali hal ini dikuatkan oleh Ketua LSM Sidoem Mirah, Safrial dalam pernyataannya tertulisnya, Kamis (04/06/2020) yang lalu.

Menurut Safrial, tidak adanya Dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) dan diabaikannya sejumlah aturan lain, soal syarat pendirian Pabrik Minyak Kelapa Sawit, hal itu menyebabkan kerugian daerah disektor lingkungan dan kesehatan, kemudian mengurangi pemasukan daerah (PAD).

Pada saat mula pembangunan Pabrik Sawit itu, LSM Sidoem Mirah pernah mengajukan surat permohonan informasi publik ke Dinas Perkebunan dan Peternakan Simeulue tentang keberadaan perkebunan sawit PT. Raja Marga di Simeulue sebagai salah satu syarat bisa berdirinya PMKS dan ternyata tidak ada, urai Safrial.

Anehnya, jawaban surat dimaksud bahwasanya perusahaan tersebut tidak memiliki lahan perkebunan sawit yang berproduktif sesuai persyaratan Kementan RI tentang syarat pendirian Pabrik Minyak Kelapa Sawit tetap bisa berdiri dan beroperasi, kata Ketua LSM Sidoem Mirah Safrial.

Ketua LSM Sidoem Mirah Safrial menduga ada permainan tingkat tinggi oknum Pejabat Pemerintah Daerah dan pihak PT. Raja Marga dalam pembangunan dan pengoperasian pabrik itu.

Sekira seminggu sebelum lebaran lalu, Manager Pelaksana Pabrik Sawit PT. Raja Marga di Simeulue, Marjono didampingi Humas Perusahaan, Sadri yang diwawancarai Wartawan menuturkan Pabrik Sawit itu memang belum memiliki AMDAL.

Kalau AMDAL nya memang belum siap, sedang diurus, jelas Marjono waktu itu.

Kemudian menjawab pertanyaan, soal suplai Tandan Buah Segar (TBS), untuk Pabrik Sawit PT. Raja Marga di Simeulue, untuk kebutuhan produksi, semua diperoleh dari petani sawit setempat.

Lebih lanjut Marjono menyebutkan owner dari Pabrik Sawit PT. Raja Marga di Simeulue bernama William Tam. Saat dihubungi nomor telepon seluler William Tam untuk konfirmasi lebih lanjut tak melayani bahkan dari balik seluler menyatakan salah sambung.[Monanda Phermana]