Tue. Jul 14th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Tinjau penanganan Covid-19, Dandim Martapura Sambut Kepala BNPB Pusat

MARTAPURA – Menggunakan Pesawat Milik TNI -AU A- 7308
Dandim 1006/ Mtp Letkol Arm Siswo Budiarto S.I.P, M.M, M.I, Pol menyambut kedatangan Tim Gugus Tugas Covid-19 pusat Letnan Jenderal TNI Doni Monardo dan Menteri Bidang Pembangunan dan Kebudayaan RI & Menteri Kesehatan RI di Bandara Internasional Samsudin Noor Banjarbaru , Minggu (7/6/2020).

Wakil gugus tugas Covid -19 Banjarbaru , Letkol Arm Siswo Budiarto mengatakan Kalimantan Selatan yang pertama dikunjungi oleh pemerintah pusat setelah ada perintah langsung dari Presiden RI bahwa tiga Provinsi yang mendapatkan perhatian khusus dalam penanganan percepatan virus Corona yaitu Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan.

Dua agenda yang dikunjungi selain mengunjungi BPTKL Banjarbaru juga memberi arahan dan sekaligus menerima paparan Gubernur dan Walikota Banjarmasin terkait penanganan PSBB yang sudah dilakukan serta penerapannya protokol kesehatan menuju tatanan kehidupan normal ” Ungkap Dandim.

Dandim menuturkan, “Kedatangan Tim dalam rangka untuk melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan penanganan dan pencegahan Covid-19 di wilayah berjalan sesuai dengan harapan.

“Dalam Kesempatan arahan Ketua Gugus Tugas Pusat Doni Monardo menyampaikan Kalimantan Selatan
dalam menyelesaikan kegiatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 sudah berjalan sesuai prosedur selalu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI, Polres, Dinkes, Dishub, BNPB dan Satpol PP,” katanya.

Di Kalimantan Selatan tadi baru saja mendengar paparan Gubernur bahwa 60 % terpapar covid -19, penyebaran melalui kluster gowa, ini merupakan angka tertinggi.

“kita menyadari bahwa masih banyak mereka yang belum dilaksanakan pemeriksaan, ini jadi penyebab kembali apabila tidak segera dilakukan. Kementerian Kesehatan bersama Gugus Tugas telah menyiapkan dua unit PCR mesin untuk melengkapi laboratorium yang ada,” kata Doni Monardo pada jumpa pers

Dengan dua mesin PCR itu diharap bisa meningkatkan kekuatan laboratorium milik Kalsel itu yang sejauh ini juga telah memeriksa sampel dari Kalteng.

Tujuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan SDM hingga bekerja maksimal.

“Kami meminta adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga di laboratorium tersebut bisa bekerja maksimal,” tutup Doni. (Ikh)