Fri. Sep 25th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Dirjen Beri Apresiasi Blibli Soal Surat Peringatan Kemendag


RakyatMerdekaNews.com – Jakarta – Surat peringatan Kementerian Perdagangan terkait aktivitas penjualan minuman beralkohol di platform Blibli telah di diapresiasi pengelola e-commerce.Hal ini dikatakan oleh Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Veri Anggrijono kepada awak media.(29/06)

Dirjen Veri mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi pengelola e-commerce itu yang telah menarik iklan promosi minuman beralkohol, seperti surat yang kami layangkan. “Larangan itu berlaku bagi aktivitas online maupun offline.” ujarnya.

Veri Anggrijono menjelaskan aktivitas penjualan minuman beralkohol yang dilarang secara bebas itu merupakan temuan anggotanya bagian pengawasan kemudian diproses & menyurati seijin Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto. ” Surat bernomor 715/PKTN.6.4./SD/06/2020 pada 16 Juni 2020 itu di antaranya Kemendag menegaskan agar Blibli mematuhi aturan yang berlaku dengan cara memblokir produk-produk terkait dengan penjualan minuman beralkohol, juga menyaring dan memblokir dengan menggunakan kata kunci,” jelasnya.

Dirjen PKTN ini menerangkan bahwa Blibli diduga melanggar ketentuan Permendag nomor 20 tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol sebagaimana telah diubah beberapa kali dengan Permendag No. 25/2019. “Permendag 20/2014 itu di antaranya penjualan minuman beralkohol kepada konsumen hanya dapat dilakukan oleh pengecer pada toko bebas bea, tempat tertentu lainnya yang ditetapkan oleh bupati/walikota dan Gubernur DKI Jakarta,”terangnya.

Tambah dia, Khusus minuman golongan A dapat dijual toko pengecer berupa minimarket, supermarket, hypermarket atau toko pengecer lainnya (Pasal 14 ayat 2 dan 3), dimana pembelian secara online sulit untuk dibuktikan perizinannya dengan konsumen berusia 21 tahun lebih (Pasal 15).” Aturan terkait Importir Terdaftar Minuman Beralkohol (IT-MB), sub distributor, distributor, penjual langsung dan pengecer dilarang mengiklankan minuman beralkohol dalam media massa apapun (Pasal 30). (Arief)