Fri. Aug 7th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Empat Hari Yang Menegangkan Bagi Orang Tua Siswa Peserta PPDB online SMPN

 

RakyatMerdekaNews, Kota Bekasi – Tahapan kedua proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Kota Bekasi di mulai sejak hari Rabu (1/07/2020). Periode ini terkait pendaftaran sekolah yang dipilih dan menentukan jenis jalur yang akan di lalui. Detak keras jantung akibat melototi rangking anaknya yang berharap masuk ke sekolah SMP negeri sesuai yang diinginkan.

Kecermatan Orang tua siswa sangat di butuhkan di dalam periode saat ini, karena harus mempertimbangkan dengan matang beberapa hal yang perlu di perhatikan.

Persaingan berdasarkan zonasi sesuai yang ditentukan oleh jarak terdekat lokasi sekolah dengan tempat tinggal domisili calon siswa menjadi prioritas pilihan orang tua siswa, mengingat kuota terbesar ada di jalur zonasi yaitu 50 % dari kapasitas kursi yang tersedia di setiap sekolah negeri.

“Di dalam menentukan Sekolah yang dipilih yang pertama di perhatikan adalah kwalitas sekolah, nilai siswa dalam bentuk Surat Keterangan Nilai Rata-rata Raport (SKNRR) yang di ambil 5 semester sejak kelas IV hingga semester 1 kelas VI, hal yang ketiga adalah Jarak sekolah dengan tempat tinggal siswa, serta jalur PPDB yang akan di lalui,” ujar Larasati salah satu orang tua siswa yang mendaftar di SMP N 2 Kota Bekasi. Ketika di temui RakyatMerdekaNews di Kota Bekasi Kamis (2/07/2020).

“Satu hal yang berbeda di PPDB saat ini adalah terkait penentuan prestasi siswa yang pada tahun sebelumnya dari hasil nilai Ujian Nasional (UN), untuk tahun ajaran saat ini di tiadakan akibat Pandemi Covid-19, sehingga untuk mendongkrak nilai anaknya, orang tua siswa mendaftarkan anaknya di berbagai les prifat dan try out UN,” ujarnya.

“Sehingga dengan di tiadakan UN nilai prestasi siswa di ambil dari rapor.kelas IV. Artinya berbagai les prifat yang di ikutinya menjadi tidak begitu bermanfaat ketika tunjuan awalnya untuk mempersiapkan UN sebagai dasar dalam seleksi PPDB online di tingkat SMP” ujarnya lagi.

Sementara di tempat terpisah Delvin Chaniago wakil ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Distrik Kota Bekasi terkait PPDB online SLTP mengatakan bahwa
Salah satu hal yang menjadi perlu di sikapi bahwa masih belum meratanya lokasi SMP di setiap kecamatan terlebih di wilayah kelurahan, sehingga perbandingan jumlah kelulusan SD negeri tidak bisa di tampung di SMP negeri di wilayah yang sama, dimana batasan jarak di jalur Zonasi tahun ini semakin di persempit dan kuotanya juga di kurangi,” kata Delvin di sekretariatmya kepada RakyatMerdekaNews Kamis (2/07/2020).

Dari kelulusan SD dan Madrasah sebanyak 43.748 siswa di Kota Bekasi, sementara sisi lain hanya
tersedia 12.832 kuota jumlah bangku yang ada di SMP negeri tersebar di 57 sekolah. Artinya bahwa SMP Negeri hanya mampu menampung 29,33% nya dari kelulusan SD.

Jumlah kuota tersebut terbagi lagi dalam berbagai jalur seperti zonasi 50%, afirmasi 25%, prestasi akademik dan non akademik 20%, serta Perpindahan orang tua 5%.

“Untuk itu kami akan dorong penggunaan APBD untuk anggaran pendidikan agar dapat memenuhi minimal 20% sesuai UU yang ada, sehingga benar-benar bisa di maksimalkan untuk penambahan sekolah baru agar wajib belajar sebagaimana program pemerintah bisa tercapai, mengingat otonomi kewenangan di tingkat SMP tanggung jawab pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota,” tambahnya.

Ditambahkan oleh Delvin bahwa pendidikan merupakan hal penting yang harus di prioritaskan, karena sejalan dengan program pemerintah pusat di periode kedua ini adalah pembangunan SDM yang tentunya melalui pendidikan inilah menjadi faktor utama untuk meningkatkan kwalitas SDM kita agar mampu bersaing di tingkat global sesuai era saat ini. Sehingga jangan sampai anggaran pendidikan di kesampingkan dan di alihkan untuk anggaran lain.

Baca juga: Pemkot Bekasi Buka Pelayanan Satu Atap Terkait Permasalahan Data NIK Siswa PPDB

“Kami akan terjunkan tim di bawah Kadiv Investigasi dan Kadiv Litbang untuk rancangan APBD tahun depan dan mengawal penggunaan anggaran pendidikan di APBD Kota Bekasi,” tegasnya mengakhiri keteranganya.(Surya)