Tue. Aug 4th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

LP Way Kanan Lampung Kecolongan, Tujuh Napi Terciduk Narkoba

RMnews, Way Kanan – Tujuh nara pidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II B Way Kanan, Lampung kedapatan menyimpan barang bukti (BB) narkoba. Barang haram itu di dapat saat Satres Narkoba Polres Way Kanan melakukan penggeledahan semua blok di Lapas setempat, Kamis (1/7/2020).

Kepala Lapas Way Kanan Syarpani menjelaskan, penggeledahan tersebut di lakukan Polisi dalam rangka pemberantasan peredaran narkoba di Lapas kelas II B Way Kanan berkordinasi membangun senergiritas dengan Polres Way Kanan guna memastikan Lapas terhindar dari oknum perusak tempat yang harusnya pembinaan narapidana 7 warga binaan pemasyarakatan lapas kelas II B tersebut, BR alias Mangku Tihang (49) warga kampung Negeri batin kecamatan Blambangan Umpu kabupaten way kanan ( kamar 13 blok B Rajawali) Ej 35 warga kampung Bumi Agung, kecamatan Bumi Agung, kabuoatwn Way Kanan, Jap (40) warga kampung Pekuon Ratu, kecamatan Pekuon Ratu, MH (42) warga desa bumi aji kec Padang ratu kab Lampung tengah BBS (33) warga kelurahan Negri Sakti, kecamatan, Gedung Tataan, kabupaten Pesawaran, IMS (39) warga Dusun Cilika Kampung Bandar Sari, kecamatan Terbanggi Besar, kabupaten Lampung Tengah dan SW (29) warga desa Tempuran 12 B, kecamatan Trimurjo, kabupaten Lampung Tengah. Siang ini Say berkordinasi dengan Kasat Narkoba.untuk melakukan razia gabungan. “Kami berdua sudah mengintai sejak hari Minggu 28/06 namun baru action hari ini, “ujar Syarpani.

Syarpani menyampaikan bahwa penggeledahan di lakukan 3 kamar hunian blok a 30 dan blok B 13 hasilnya terdapat kristal putih dalam plastik selanjutnya barang bukti dan 7 orang narapidana di duga terlibat di serahkan ke polres untuk di lakukan pengembangan kami serahkan ke pihak kepolisian. Ada pun saksi jelas bagi napi yang terlibat yaitu akan di cabut hak haknya seperti remisi asimilasi dan pembebasan bersyarat serta di tambah pidana baru pungkas syarpani
Syarpani menyesalkan masih saja napi berulah padahal berbagai sarana olahraga kegiatan pondok pesantren pun didirikan namun belum juga sadar, tutupnya. (Pendi)