Tue. Aug 4th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Lagi, Lima Pelaku Perdagangan Manusia di Amankan Polda Kepri

Rakyatmerdekanews, Kepri – Polisi Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) berhasil mengamankan lima orang tersangka perdagangan manusia. Kelima tersangka itu SD, HA, MH alias D, AY alias M dan SY, saat ini sedang  diamanakan Ditreskrimum Polda Kepri

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. didampingi Wadirreskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H.  Kasubdit V Dit Reskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH., S.Ik., MH. Kamis (9/7/20).

Operandi yang dilakukan tersangka AY alias M jenis kelamin perempuan  sebagai perantara menyalurkan para Pekerja Migran Indonesia. Kemudian SY berperan sebagai  pengurusan buku pelaut dan medical Check Up, mereka mendapatkan keuntungan antara satu juta, hingga sepuluh juta rupiah.

Tersangka AY alias M sedang diamanakan di Lampung, sedangkan SY diamanakan di Jawa Tengah.

Dari Sembilan tersangka yang  diamanakan, lima diantaranya berada di Polda Kepri. Sedangkan empat tersangka lainnya DT, RAS, ST dan SY saat ini diamanakan di Polres Metro Jakarta Utara atas tindak pidana pemalsuan dokumen sertifikat Basic Safety Training (BST). Kempat  tersangka ini merupakan bagian dari jaringan pelaku yang ditahan di Polda Kepri.

“Barang bukti yang diamanakan  berupa Handphone milik tersangka, buku tabungan, kartu atm dan data gaji. Kejahatan perdagangan manusia ini merupakan kejahatan yang tidak berdiri sendiri. Mereka  selalu dalam bentuk jaringan dengan peran masing-masing seperti pengurusan dokumen dan ada yang berperan sebagai perantara”. Jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Atas kejahatan tersebut tersangka dikenakan pasal 2, 4, dan pasal 10 Undang – Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp. 600.000.000.

Dijelaskan Kombes Pol, Harry Goldend Heart S.IK, M.SI bahwa sebelumnya telah terjadi tindak pidana   Berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP-A/76/2020/Spkt-Kepri, Tanggal 08 Juni 2020 diwilayah perairan Karimun ditemukan dua orang Anak Buah Kapal (ABK) berbendera China terjun kelaut yang  diselamatkan nelayan setempat.

Keduanya merupakan korban  perekrutan Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang dijanjikan dipekerjakan ke Korea Selatan sebagai buruh pabrik. Mereka di iming-iming mendapatkan gaji Rp. 25.000.000 sampai Rp. 50.000.000 setiap bulannya, dengan syarat biaya  pengurusan Rp 50.000.000 per setiap orangnya.

Namun justru kedua korban justru  dipekerjakan sebagai ABK penangkap ikan atau cumi di Kapal Fulu-Qing Yuan Yu 901 berbendera Cina. Ironisnya korban tersebut tidak  mendapat gaji kendati sudah 4 bulan bekerja. Yang sungguh miris lagi para korban sering di intimidasi, dan dianiaya. (Jhonson)