Sat. Aug 8th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

BLT Tanjungpinang Bak Bola Liar, Walikota Harus Bertindak Tegas

Rakyatmerdekanews, Kepri – Terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT)  Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau ibarat bola liar. Awalnya direncanakan Rp 600 kepada masyarakat, namun kenyataannya semakin tidak pasti.

Tak heran, jika hingga kini masyarakat Tanjungpinang tetap berharap agar Walikota dapat lebih bijaksana mengambil keputusan terkait BLT tersebut. Masyarakat tetap menunggu bantuan itu akibat ekonomi semakin terpuruk dampak virus Covid-19 itu.

Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Yunarni P Weny berharap agar pihak pemerintah Kota Tanjungpinang mengambil sikap tegas dan trasnparan. Jangan sampai anggaran  Rp 12’5 Milyar ini tidak tepat sasaran karena Reyocosing anggaran sudah tiga kali dibahas, harapnya.

“Jika Walikota tidak mampu menyalurkanya kepada masyarakat, yang terdampak Covid-19, sebaiknya anggaran tersebut dikembalikan saja ke negara,”ujar isteri Lis Darmansyah itu.

Seperti yang direncanakan Wali Kota Tanjungpinang Rahma S.Ip baru-baru ini, bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) akan dialihkan ke bentuk peningkatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Alasan pemerintah mengalihkan BLT ke UKM lantaran dana yang tersedia  tidak mencukupi, mengingat pertumbuhan penduduk kota Tanjungpinang semakin tinggi. Jika dipaksakan dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan.

Anggaran BLT yang dialokasikan  Rp12,5 miliar, sementara jumlah kepala keluarga yang berhak menerima bantuan itu mencapai 35 ribu kepala keluarga, tentu butuh anggaran sekitar 20 Milyar lebih. Sedangkan penerima BLT meningkat  lebih dari 50 persen jumlah keluarga  berdasarkan data terakhir di masa pandemi COVID-19.

Ditempat terpisah masyarakat luas berharap agar BLT tersebut tetap dibagikan kepada masyarakat. Mereka menduga jika dialihkan ke bentuk UKM justru akan menimbulkan masalah yaitu masyarakat tertentu saja lah yang menikmatinya.

“Apapun ceritanya kami berharap BLT tersebut tetap dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebaiknya pemerintah lebih bijak mendata masyarakat mana yang layak untuk dibantu, “ujar Tengku salah seorang masyarakat Kota Tanjungpinang. (Jhonson)