Fri. Aug 7th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Komplotan Polisi Gadungan Berhasil di Gulung, Otak Pelaku Pemerasan Seorang Wanita

Foto: Ist

RakyatMerdekaNews, Jakarta – Polisi berhasil menggulung bandit komplotan pelaku pemerasan terhadap seorang warga negara (WN) Jerman di salah satu apartemen kawasan Jakarta Pusat.

MT alias Tia (38 thn),
wanita paruh baya warga Tanah Abang yang sebelumnya tinggal di gang Keranti RT.009/011, Kemandoran 8, Grogol Utara, Kebayoran Lama Jakarta Selatan ini tampak tak menyesali perbuatannya setelah terlibat melakukan aksi pemerasan.

Modus kejahatan yang dilakukan tergolong nekat. Dalam aksinya, Tia tak sendirian. Ia memiliki komplotan yang berjumlah 7 orang termasuk dirinya.

Salah seorang warga gang Keranti RT.009/RW.011, Kemandoran 8 yang enggan disebutkan namanya mengaku setengah tak percaya jika Tia melakukan tindakan senekat itu untuk melancarkan aksi pemerasan terhadap korban. “Dan tak disangkanya lagi, Tia ternyata memiliki komplotan yang berjumlah 7 orang dalam melancarkan modus kejahatannya, “ujar sumber yang minta namanya dirahasiakan itu, (13/7).

Ya, pasalnya beberapa orang diantaranya kerap mengaku sebagai polisi, yakni sebagai Buser narkoba Polda Metro Jaya. Komplotan pelaku sering bermodalkan kartu mitra kepolisian dan senjata mainan model barreta dalam melancarkan aksi pemerasan.

“Sasaran korbannya dari saya. Saya kenal dengan korban (WNA) melalui teman. Kemudian saya disuruh oleh Vitalia (pelaku) untuk ‘ngerjain’ korban. Otaknya dia (vitalia),” ujar Tia.

Setelah mendapatkan mangsa (korban), Tia pun menghubungi Vitalia dan teman-temannya yang lain untuk melakukan aksi pemerasan dengan mengaku sebagai anggota narkoba Polda Metro Jaya.

“Awalnya dia (Vitalia) janjiin saya uang 5 juta kalo aksinya berhasil. Dan setelah berhasil saya dapat uang 5 juta,” aku wanita yang kerap pakai busana seksi ini.

Setelah masuk perangkap, korban dibawa oleh Tia ke apartemennya. Kemudian datang teman pelaku lainnya menggerebek kamar apartemen tersebut dengan alasan ada penyalahgunaan pemakaian barang haram narkoba.

Pelaku pun mengeluarkan pistol mainan dan kartu mitra kepolisian untuk menakuti korban. Korban diajak berputar-putar di mobil dan diminta uang “perdamaian” sebesar 150 juta oleh pelaku.
Lantaran takut dipenjara, korban pun menuruti perkataan pelaku. Korban memberikan uang 150 juta tersebut kepada para pelaku yang mengaku sebagai polisi.

Kapolrestro Jakarta Pusat Kombes Heru didampingi Kasat Reskrim AKBP Tahan Marpaung menjelaskan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap 4 orang pelaku pemerasan setelah mendapatkan laporan korban.

“Awalnya, pelapor kenal dengan MT. MT mengajak pelapor pesta narkoba di apartemennya yang kemudian diskenariokan oleh MT. Modusnya, pelaku AS dan AR ngaku sebagai Polisi,” ungkapnya kepada wartawan.

Polisi menyita barang bukti (BB) mobil datsun hasil kejahatan dan pistol mainan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 368 KUHP.  (Bam/Red)