Mon. Aug 3rd, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Warga Desa Tapos Terima Bantuan Rutilahu Dari Pemerintah

Rakyatmerdekanews.com , Bogor — Dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kurang mampu terutama dalam kelayakan tempat tinggal di pedesaan. Pemerintah Kabupaten Bogor kini telah membuat program Rutilahu (Rumah tidak layak huni) . Diantara program tersebut Desa Tapos merupakan salah satu desa yang mendapatkan bantuan . Demikian dijelaskan Ketua LPM Haji Rustam Aliandi kepada awak media saat dikonfirmasi dilokasi salah seorang warga penerima bantuan rutilahu.

Dikatakan ,bahwa Desa Tapos merupakan salah satu desa yang mendapatkan bantuan bedah rumah untuk warga yang kurang mampu. “Selaku ketua LPM di Desa Tapos , kini kami diberikan amanah oleh pihak pemerintah desa untuk melaksanakan bedah rumah tidak latak huni,” kata Haji Rustam Aliandi menjelaskan.

Hal tersebut , kata Rustam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa kami, maka perlu penataan perbaikan pemeliharaan lingkungan yang lebih baik . Dengan adanya bantuan rutilahu dari pemerintah kami berharap dapat mengurangi beban masyarakat yang berhak menerimanya , ujarnya.

“Bantuan rutilahu yang sedang kami laksanakan sebanyak 15 penerima . Anggaran yang diterima oleh setiap warga yang berhak mendapat bantuan rutilahu tersebut masing – masing sebesar Rp15 juta ,” ujarnya.

Diharapkan dengan biaya tersebut , pembangunan bedah rutilahu dapat membantu warga kurang mampu di desa kami, sehingga mereka dapat merasakan kesejahteraan seperti yang dirasakan warga pada umumnya.

“Dengan biaya tersebut, kami berusaha semaksimal mungkin dan akan mengerjakan sampai selesai. Dengan keterbatasan anggaran ini mudah – mudahan bangunan rumah dapat diselesaikan tepat waktu. Dalam hal lain perlu diketahui dengan penuh pertimbangan kami sebagai pelaksana , karena banyak rumah (rutilahu) yang belum di pondasi bahkan ada juga rumah yang harus di bangun total . Ada juga beberapa rumah hampir 70% di perbaiki semuanya memerlukan tenaga exstra,” pungkasnya. (Endi Tenjo)