Sun. Sep 27th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

KAMI Inginkan Kembali UUD 1945 Dan Pancasila Yang Asli


RakyatMerdekaNews.com – Jakarta – Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diisi oleh para tokoh dan akademisi nasional resmi dibentuk.Terbentuknya sebuah gerakan masyarakat untuk menyelamatkan Indonesia di tengah ketidakpastian yang terjadi saat ini.

Merupakan gerakan moral untuk mengembalikan arah perjalanan bangsa yang dianggap telah melenceng dari tujuannya sehingga menimbulkan berbagai kesulitan yang terjadi saat ini. Hal ini dikatakan oleh Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin yang hadir dalam deklarasi tersebut. (03/08)

Din Syamsudin mengatakan bahwa Kiblat bangsa ini telah melenceng karena cita-cita nasional telah jauh dari arah yang benar. Dan untuk menyelamatkan Indonesia adalah dengan meluruskan kiblat bangsa kembali jalannya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana yang telah disepakati para pendiri bangsa.

“Gerakan moral ini bisa menjadi sebuah jalan alternatif untuk memberi masukan yang baik bagaimana berbangsa dan bernegara dengan meninggalkan berbagai kepentingan politik yang membuat negara ini tersandera dalam kepentingan kekuasaan, ” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa ” KAMI ” adalah sebagai gerakan moral lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik untuk bersatu bersama-sama melalui gerakan moral menyelamatkan Indonesia dari kesulitan ekonomi, dan banyak hal lainya.

Sementara itu Akademisi dan Ahli Tata Negara, Refly Harun yang hadir dalam acara tersebut menerangkan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi, mencerdaskan dan mensejahterakan seluruh rakyat dan bila hal itu tidak dilakukan dengan baik maka partisipasi kelompok masyarakat menjadi alternatif untuk meluruskannya.

” “Dalam sejarahnya tidak setiap penguasa mampu menjalankan tugas konstitusionalnya. Tapi karena pemerintah belum mampu atau tidak mampu menjalankan tugas sesuai perundangan maka jangan salahkan kalau kelompok dari masyarakat memiliki hasratnya sendiri tentu dengan jalan yang mereka pilih,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu deklarator KAMI, Said Didu yang menyatakan bahwa Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) melihat keprihatinan nasional yang dirasakan seluruh rakyat dikarenakan kebijakan pemerintah yang mencederai cita-cita perjuangan para pendiri bangsa menuju kemerdekaan Republik Indonesia. ” KAMI melihat kerusakan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, bahkan pertahanan keamanan nasional, itu butuh diperbaiki bersama,” akunya.

TSaid menambahkan bahwa kondisi kekinian Indonesia yang memprihatinkan itu, bagi tokoh teknokrat bangsa, ditandai dengan kemunculan politik oligarki dan dinasti yang melumpuhkan demokrasi Pancasila.

” Mulai dikuasainya sampai 80% legislatif Senayan (DPD/MPR/DPR RI) oleh pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo, terbelahnya masyarakat dalam jargon Cebong-Kampret dan komunis-nasiolis, hingga carut-marut ekonomi dengan utang negara serta hukum yang berpihak kepada penguasa,” ungkapnya.

Rencananya KAMI akan mendeklarasikan diri sebagai sebuah organisasi independen pada tanggal 17 atau 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi sebagai simbol dan upaya untuk kembalikan arah negara sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa. (Arief)