Sun. Sep 27th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Polda Kepri Tangkap Tersangka Pemalsu Surat Berharga

Rakyatmerdekanews, Kepri – Dua orang tersangka A dan ALH akhirnya diamankan Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri). Kedua tersangka diduga telah melakukan pemalsuan, penipuan dan pemerasan surat faktur tagihan Wajib Tahunan BP Batam.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK., Wadir Reskrimum Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H. saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Senin (3/8/20).

Dijelaskanya, Polisi berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) berdasarkan Laporan dari seorang yang bekerja di BP Batam. Laporan tersebut dikatakan telah terjadi pemalsuan surat faktur tagihan Uang Wajib Tahunan BP Batam.

Mendasari Laporan itu Selasa (28/07/2020) polisi langsung melakukan penyelidikan, kemudian diperoleh informasi bahwa akan ada transaksi penyerahan surat faktur diduga palsu, serta uang Rp. 12.000.000.000 di salah satu Bank di Batam. Dihari itu juga sekitar pukul 15.00 Wib, polisi bergerak dan berhasil mengamankan para tersangka.

Kasus tersebut berawal dari Direktur PT. EPS ingin mencari orang yang dapat membantu pengurusan lahan dan penerbitan surat faktur penetapan lokasi. Dalam perjanjian disebutkan hingga terbit sebuah sertifikat.

Kemudian pihak PT. EPS memberikan kepercayaan terhadap tersangka ALH untuk pengurusan lahan. Tersangka ALH menunjuk tersangka A untuk mengurus perizinan yang notabene merupakan pegawai BP Batam yang juga memiliki akses dalam pengalokasian lahan.

Akhirnya tersangka A melakukan pemalsuan dengan cara meng edit faktur tagihan berupa uang muka tahunan milik PT. EPS, menjadikan dua nomor faktur dengan memindahkan nomor faktur milik perusahaan lain.

Barang Bukti yang diamankan satu lembar faktur tagihan uang wajib tahunan, satu lembar aplikasi setoran transfer kliring, tiga lembar kwitansi, satu lembar cek, satu bundel buku cek, satu set computer, satu unit mesin scanner, satu unit mesin printer dan duah unit Handphone.

“Atas perbuatan para tersangka dikenakan Pasal 263 K.U.H.Pidana, ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan Pasal 368 atau pasal 378 dan atau pasal 368 jo. Pasal 53 dan atau pasal 37 jo Pasal 53 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara” jelas Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. (Jhonson)