Sun. Sep 27th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Burhanudin Muhtadi : Pemerintah Jangan Su’udzon Kepada KAMI


Rakyatmerdekanews.com – Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo jangan berprasangka buruk terhadap pembentukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dibentuk tokoh bangsa dari berbagai disiplin ilmu. Hal ini dikatakan oleh Pakar politik, Burhanudin Muhtadi kepada media. (04/08)

Burhanudin Muhtadi mengatakan bahwa jangan dulu su’udzon dengan pembentukan KAMI. Apalagi disebut Pak Said Didu, sebagai salah satu deklarator KAMI, bahwa dari sisi politik muncul oligarki politik & dinasti. ” Jadi, seharusnya hal itu (gagasan KAMI) dijadikan masukan terkait kondisi kekinian negeri ini,” ucapnya.

Pakar Politik ini menjelaskan bahwa politik dinasti dan oligarki terbilang baru di Indonesia sejalan lembaga legislatif di Senayan (DPR/MPR/DPD RI) dikuasai 80% partai politik pendukung pemerintah (lembaga eksekutif). ” Alasannya, setiap kebijakan eksekutif bisa dipastikan lolos mulus,” aku Burhanudin.

Sebelumnya ekonom Said Didu, bersama tokoh nasional bebagai disiplin ilmu, mendeklarasikan KAMI di bilangan Jalan Fatmawati 76, Jakarta Selatan, Minggu (2/8). Mereka sepakat Indonesia kekinian sudah terganggu mulai ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan & keamanan (Ipoleksosbudhankam). “KAMI merasakan keprihatinan dengan kondisi Indonesia kekinian, yang membutuhkan serius penanganan solusi menyelamatkan negara Republik Indonesia,” ujar Said Didu, Menteri Riset & Teknologi/kepala BPPT semasa Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono itu.

Deklarator KAMI di antaranya Habib Muchsin Alatas dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat, Rocky Gerung dari akademisi, tokoh agama Din Syamsudin, mantan ketua KPK Abdullah Hehamahua, Adhie Massardie, praktisi hukum Ahmad Yani, dan ketua komunitas masyarakat Minang, Henry. (Arief/red)