Sun. Sep 27th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Gunarto: Suasana Covid -19 Pemeliharaan Berkala Terus Berjalan

Rakyatmerdekanews.com – Purworejo – Mestinya untuk pembangunan irigasi /pengairan di Kabupaten Purworejo pada tahun anggaran 2020 akan mendapat anggaran dari dana loon lewat ADB serta Dana Alokasi Khusus (DAK). Tetapi akibat pandemi covid -19 dana yang diharapkan untuk membangun jaringan irigasi dipending. Demikian dikatakan oleh Kabid SDA (Sumber Daya Air) Dinas PUPR Kabupaten Purworejo Gunarto ST, kepada awak media saat dikonfirmasi diruang kerjanya Kamis (6/8).

Dana loon untuk jaringan irigasi Jrangkah – Penungkulan seharusnya sebesar Rp 10 milyar. Dana DAK yang semula dipending,lewat APBD perubahan dapat dicairkan sebesar Rp 3,8 milyar. “Dana tersebut sekarang sebagian sudah dimanfaatkan ,” tutur Gunarto.

“Rencananya untuk pembangunan DI Kaliduren (Loano) Kebokunig (Bagelen) dan Guntur,” ujarnya.

Selama menunggu cairnya DAK Bidang SDA Dinas PUPR Purworejo melaksanakan pemeliharaan berkala Rp 900 juta dimanfaatkan untuk saluran Rendeng yang putus dan dibangun talang beton sepanjang 20 meter. Talang di Sukomanah , Penanggulan , pengurasan saluran di Bleber(Bener) yang sudah sangat mepet dengan aliran sungai Kodil,pembangunan tanggul di Brondong (Bruno) yang rawan longsor serta perbaikan beberapa pintu air di saluran Onggosaran, pembenahan saluran di Srapah (Krendetan) dan Wonorejo (Kutoarjo), pengerukan sedimen(pendangkalan) yang terjadi di Meranti dan Penungkulan.

“Pemeliharaan berkala dimanfaatkan untuk perbaikan kerusakan sedang,” ujar Gunarto.

Kondisi air diwilayah Kabupaten Purworejo selama menghadapi MT II 2019/2020 tidak terlalu berat. Kendati demikian untuk prmerataan air dari sungai Bogowonto tetap di bagi dua.Empat hari disalurkan ke DI Kedung Putri dan selebihnya untuk DI Boro. “Soalnya ,area sawah di Kedung Putri sekarang masih sangat membutuhkan air. Sedang area sawah di DI Boro sudah tidak terlalu butuh air karena masa tanamnya lebih dulu. Bahkan area sawah di Kecamatan Purwodadi dan Ngombol sebagian sudah panen,” kata Gunarto.

Sementara itu Waduk Wadaslintang yang pada Februari 2020 menetapkan akan membuka selama 90 hari , kini terpaksa dibuka lagi. Hal ini sesuai dengan anjuran dari Kementerian Pertanian saat meninjau wilayah tersebut.

“Semula sebagian sawah diwilayah Kutoarjo dan Kemiri sebagian tidak ditanami . Harapanya akan dipalawija. Sebab petani akan merasa kesulitan air. Tetapi sesudah Waduk Wadaslintang resmi dibuka lagi, petani langsung tanam padi. Sedang diwilayah tersebut seluas 9.153 Ha. mengandalkan suplay air dari Waduk Wadaslintang,” kata Gunarto.

Dengan areal seluas itu air yang dibutuhkan rata – rata 4.751 liter/detik . Kemampuan air dari Waduk Wadaslintang saat ini 4.500 liter/detik. “Kekuranganya hanya sekitar 5 persen dari air yang dibutuhkan petani. Jika petani tidak boros air , sebenarnya sudah cukup,” jelasnya.

Sedang ganjalan petani di wilayah aliran Waduk Wadaslintang hingga sekarang belum bisa mutlak seratus persen. (A /Kun).