Sun. Nov 28th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Heboh, Akibat Hubungan Terlarang Nyawa Korban WN Taiwan Melayang

RMnews, Jakarta  – Masyarakat di tanah air kembali dihebohkan dengan kematian warga negara (WN) asing yang tewas akibat hubungan terlarang. Akhirnya pelalu berhasil ditangkap polisi.

Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap 4 (empat) tersangka kasus pembunuhan berencana Subsider tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan tindak pidana pembunuhan berencana. Hal ini diungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs Nana Sudjana di dampingi Dirkrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, Kabib Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Rabu (12/8/2020)

Lebih jauh Nana menjelaskan, berawal dari laporan orang hilang tertanggal 27 Juli 2020, pelapor Daniel Kus Hendarso dari kedutaan Republik Of China atas nama Hsu Ming Hu laki-laki berusia 52 tahun telah hilang dari tanggal 24 Juli 2020. Empat tersangka yang telah di amankan dengan inisial SS, FI, (perempuan) AF dan SY, dan 5 orang tersangka lagi masih (DPO). Sementara SS adalah otak dari semua pembunuhan warga negara Taiwan yang berlangsung di rumah korban Claster Caribbean G9, kota Deltamas Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, jelasnya.

Masih kata Nana, yang memicu gelap mata SS adalah. Otak pelaku sempat hamil dengan korban dan di suruh gugurkan oleh korban. Sementara nama SS sering di pakai untuk aset korban. SS merupakan sekretaris pribadi korban sementara SS mendengar bahwa korban akan menikahi pembantu rumah tangga.

Untuk itu, SS berniat menghabisi nyawa korban yang mana SS bekerja sama dengan tersangka lain nya dengan membayar 150 juta untuk membunuh korban, setelah dieksekutor mayat korban di buang di sungai Citarum, katanya.

Barang bukti (BB) yang di amankan Polda Metro Jaya, yakni 5 unit mobil, salah satunya kendaraan untuk pembuang jasad korban.

Untuk mempertanggung kan perbuatannya, tersangka di jerat pasal 340 KUHP Subsider pasal 388 kemudian pasal 365 KUHP atau pasal 351 KUHP. Pada pasal ini terkait dengan penganiayaan, pembunuhan, dan pencurian dengan kekerarasan, pungkasnya. (Fachri)