Sun. Sep 27th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Kapolresta Barelang: Hendri Jaringan Besar Sabu 106 Kg Meninggal di RS.

RMNews Batam – Kapolresta Barelang, Batam, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menyatakan pihaknya masih menunggu hasil visum dari tim medis RS Bhayangkara, Polda Kepri, untuk mengetahui penyebab sebenarnya kematian Hendri Alfred Bakary.

Hendri Alfred tewas diduga dianiaya aparat polisi, menurut versi keluarganya. Dia tewas pada 8 Agustus lalu, dua hari setelah ditangkap dan dibawa ke Polresta Barelang, dalam kasus dugaan narkotika.

“Penangkapan sesuai prosedur, tidak akan ada penganiayaan, terkecuali melawan, polisi berhak melakukan upaya paksa,” ujarnya Rabu (12/8).

Purwadi menjelaskan, almarhum Hendri bukan merupakan pelaku yang berdiri sendiri dalam kasus narkotika yang sedang ditangani.

Menurutnya, Hendri merupakan jaringan peredaran narkoba, dan menjadi bagian dari pengembangan kasus narkotika jenis sabu sebanyak 38 kg yang berhasil diamankan Lanal Batam beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pemeriksaan sementara terhadap 3 orang saksi yang diamankan bersama Hendri, Purwadi mengatakan terdapat barang bukti sebanyak 106 kg sabu yang masih disimpan Hendri di suatu tempat.

“Hasil riksa, saksi ada sempat melihat barang (sabu) tersebut dan sudah sebagian beredar, sisa sekitar 106 kg tersebut. Barang itu belum ditemukan karena Otong (Hendri) yang simpan. Kita masih cek beberapa lokasi yang mungkin sebagai tempat menyimpan,” ujar Purwadi lagi.

Menurut Puwardi, jumlah awal sabu yang dimiliki Hendri sangat banyak, atau lebih dari 106 kg. Barang itu berasal dari Malaysia.

Polisi belum dapat memastikan apakah Hendri terlibat dalam jaringan internasional atau tidak. Kendati demikian, Purwadi menyatakan kasus narkoba merupakan kasus yang tidak dapat ditoleransi.

“Internasional atau tidaknya kita belum bisa pastikan, kalau lihat jumlahnya ada indikasi. Tapi, sampai dimanapun, kalau narkoba kita tidak ada toleransi. Berapa banyak jiwa yang akan hancur kalau 106 kg ini menyebar?,” ujarnya.(Monti)