Mon. Sep 21st, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Soal Pemeliharaan Irigasi Cikonang, Kabid Pengairan Dinas PUPR Buka Suara

Rakyatmerdekanews.com – Kabupaten Bogor – Sejumlah masyarakat mengeluhkan soal kinerja dibawah tanggung jawab Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas PUPR disekitar pekerjaan pemeliharaan irigasi Cikonang, di kampung Cinangka RT. 03/ RW. 09, Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Yang mana pekerjaaan tersebut dinilai asal – asalan, terbukti tampak  terlihat masih adanya lubang dibawah tembokan yang masih bocor hingga keluar air. Kondisi ini lambat laun dikuatirkan dapat mengakibatkan tembok irigasi. Bahkan yang telah selesai dikerjakan bisa runtuh, selain juga masih adanya tembok yang bolong – bolong yang disinyalir kurang adukan semen yang dicocok kesela- sela batu. Ditambah lagi warna adukan tembok yang warnanya agak kecoklat coklatan, di duga bahan pasir tidak sesuai. Dan yang lebih  memprihatin lagi, adanya sisa – sisa bekas material batu yang belum dibersihkan, serta akses jalan kebun yang retak akibat dilalui mobil pengangkutan material ke lokasi pemeliharaan irigasi yang tidak diperbaiki. Tak ayal, jika kondisi ini merugikan warga pengurus kebun.

Selain itu juga dipertanyakan terkait nominal anggaran pekerjaan pemeliharaan irigasi Cikonang. Serta tidak adanya papan anggaran yang terpasang di lokasi pekerjaan.

Ketika dimintai tanggapan media disekitar persoalan ini, Ahmad Samudra selaku Kabid Irigasi Dinas PUPR, (15/9) mengatakan, dirinya akan memanggil Eka Sukarna  Kepala UPT Pengairan Ciawi untuk dikonfirmasikan. Bahwa kuasa pengguna anggaran memang Kabid, hanya saja ada mekanisme, ketika di lapangan ada pekerjaan, ada permohonan di verifikasi oleh yang namanya seksi OP (Operasional) dalam hal ini pak Sumaryono. Sedangkan dugaan pekerjaan yang asal – asalan nanti diusulkan, katanya.

“Jadi begini pak kalau pekerjaan dilapangan itu di verifikasi terlebih dulu, namanya seksi operasi pak Sumaryono. Jadi itu kasi nya  cek dulu kelapangan dan ketika di verifikasi dilapangan ternyata sudah oke. Saya kan hanya mengeluarkan pembayaran, nah tadi di verifikasi oleh mereka. Dan seandainya dugaan tersebut ada, kan saya juga belum tahu speknya seperti apa, yang pasti nanti diverifikasi dulu oleh tim, “ujar Ahmad Samudra.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, terkait anggaran memang swakelola ada di UPT, karena upah kerja bukan seperti proyek reguler – reguler. Untuk itu dengan adanya pemberitaan dari media rakyatmerdekanews.com dan aspirasirakyatnews dirinya akan koordinasi dulu dengan kasi OP. Sebab ada seksinya nanti verifikasi kesana. Kalau untuk anggaran variasi. Sedangkan untuk anggaran pemeliharaan Cikondang tidak hafal karena ini sifatnya spot – spot, tergantung kalau bahasa jalan tingkat kerusakan bisa variasi berbeda antara proyek pekerjaan biasa dengan pemeliharaan. Jika proyek pemeliharaan disesuaikan kondisi lapangan bisa variasi.

Makanya nanti dengan kepala seksi minta di cek lagi, apa sih yang menjadi permasalahan sudah sesuai atau belum, jelasnya.

“Nanti saya konfirmasi juga dengan pak Eka karena memang perpanjangan itu kan disana alias tidak semuanya disini. Sedangkan terkait jalan retak sisa bekas material kuncinya di pak Eka karena yang melaksanakan pekerjaan. Saya baru disini, kalau pekerjaan pemeliharaan itu swakelola adanya di UPT kalau disini hanya pengadaan bahannya saja, “ucap Dia.

Nanti lanjut dia, akan coba konfirmasi ke UPT, disamping juga akan koordinasi dengan Sumaryono, OP nya yang melakukan pengadaan bahannya. “Kaitan dengan pemeliharaan, minimal nanti saya bisa koordinasi dengan bu Jamilah KTU nya, mungkin bisa ditempat karena kewenangannya adanya di UPT, “pungkas Dia. (Eddy)