Tue. Oct 20th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Ulasan : Berbagai Cara Untuk Membuat Sebuah Band Menjadi Terkenal. Semoga Beruntung !!

Amin Bearland Jurnalis Musik Nasional Media RakyatMerdekaNews

Mengkutak katik rumusan membuat sebuah band untuk menjadi terkenal itu tidak semudah membalikkan tangan. Walaupun sebenarnya bisa ditempuh secara mudah. Tapi yang harus dipikirkan adalah mempertahankan popularitas band itu sendiri. Ini yang terpenting. Nah !!

Musisi atau anak bandnya sudah pasti punya mimpi indah untuk menjadi terkenal, banyak uang, disanjung sana sini dan bisa menjadi sombong nantinya. Padahal dibalik itu semua yang paling utama adalah kerja profesional. Karena musisi adalah sebuah profesi, yang sudah barang tentu akan menjadi wakil dari musisi musisi lain saat dia bersikap, entah itu baik atau buruk, di tengah kepopulerannya sebagai musisi.

Musisi itu sebagai profesi. Sikap baik dan buruknya yang menilai masyarakat. Dan profesi sebagai musisi ini sangat rawan karena akan tersorot terus oleh masyarakat.

Karena itu, mimpi mimpi indah untuk menjadi musisi terkenal harus didasari dulu dengan kesadaran penuh untuk menekuni profesi ini. Artinya, talenta yang ada dalam dirinya dan semangatnya harus berjalan seimbang.

Pertanyaannya, setelah seseorang mempunyai talenta dan bersemangat, siapa orangnya yang mampu mendorong dia agar menjadi terkenal atau populer? Dan “mempatenkan” namanya sebagai musisi, yang notabene adalah sebagai pekerja profesi. Hal ini yang tidak diperhatikan orang.

Sebelum ramainya sosmed, anak anak band berebut dan antri berharap bandnya bisa diterima oleh label (perusahaan rekaman). Tujuannya agar mereka jadi terkenal. Padahal apa yg dilakukan label, kita bisa menilai mana musisi yg bener bener bagus, karbitan, settingan dan cuma bakal menjadi band instan.

Band Karbitan, ini bisa terjadi lantaran adanya hubungan pertemanan atau saudara yang memaksakan band itu untuk bisa jadi terkenal tanpa melihat track record, kemampuan bermain dan berkarya band itu sendiri. Biasanya band seperti ini cuma bisa berjalan setengah populer lalu hilang tak terdengar lagi namanya. Band Karbitan ini juga bisa terjadi karena ada seseorang yang punya modal besar tapi salah satu personilnya ada anaknya. Dengan memaksakan punya modal yang cukup bisa mengangkat band anaknya jadi terkenal.

Tapi bukan berarti band karbitan tidak bisa diangkat ke permukaan. Banyak juga band yang jadi dan bisa bertahan sampai sekarang (maaf, saya ga akan menyebutkan band2 itu). Namun dibalik itu banyak juga orangtua yang sudah habis2an membiayai band anaknya tapi tidak menjadi apa apa atau cuma setengah jalan. Ini yang dinamakan juga “Proyek Sayang Anak”.

Ada juga yang disebut “Proyek Asmara”. Dimana, seseorang yg menjalin hubungan asmara gelap dengan si empunya label atau pejabat tinggi atau pengusaha yang dengan mudah mengeluarkan uangnya demi ketenaran “si calon artis” itu. Di sini pun banyak yang mengalami kegagalan dan hanya satu dua yang berhasil (saya juga tidak mau menyebutkan namanya).

Lalu ada pula yang terlihat bahwa band itu “Band Settingan”. Dengan modal yang ada berusaha menyeting band itu untuk jadi terkenal. Caranya bermacam macam, seperti ada yang menempel artis atau musisi terkenal dengan harapan band nya jadi ikut terkenal. Ada pula yang membuat dengan gosip murahan, seperti berselingkuh dengan artis terkenal dengan harapan dapat mendongkrak namanya mendompleng artis terkenal itu. Pernah ada salah satu penyanyi band terkenal buka kartu bahwa dia disetting oleh pihak perusahaan rekamannya seolah-olah berselingkuh dengan penyanyi solo terkenal (lagi-lagi saya tidak mau menyebutkan namanya).

Dengan cara cara begitulah upaya musisi atau band untuk cepat jadi terkenal. Tapi bahayanya, kalo hal hal seperti yang dilakukan diatas bisa menjadikan si musisi atau band itu hanya akan menjadi “instan”, sekali goreng langsung matang tapi langsung cepat pula hilang namanya.

Pada akhirnya, hanya musisi atau band yang bisa bertahan lama karena komitmen dia menjalani profesinya dengan sikap kedisiplinannya, kebersamaannya dan tidak mengalami “Star Syndrome”. Sangatlah beruntung musisi yang masih bisa bertahan karena dia sadar, bahwa menjadi musisi adalah sebuah profesi, yang harus menjunjung tinggi derajat profesinya.

Tetaplah jadi musisi yang terbaik dan menjadi panutan bagi penggemarnya.
Salam Musik Indonesia.

Oleh: Amin Bearland

Seorang Jurnalis Musik Nasional di Media RakyatMerdekaNews