Tue. Oct 27th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Mayjen Dedi Kusnadi Kunjungi Pasukannya Di Malut

Rakyatmerdekanews.com – Ternate – Panglima Devisi Infantri I / Kostrad Mayjen TNI Dedi Kusmayadi lakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Maluku Utara (Malut) ingin melihat dari dekat pasukannya yang melaksanakan tugas pengamanan di beberapa daerah rawan.Hal ini dikatakannya kepada awak media.(17/10)

Mayjen TNI Dedi Kusmayadi mengatakan dirinya kunker ke wilayah Malut ini untuk memantau pasukan Kostrad dari Armed IX yang sudah hampir sembilan bulan melaksanakan tugas pengamanan di beberapa daerah rawan. ” Saya datang ke Malut ini menengok anak-anak saya di Armed IX (Sembilan) yang lagi melaksanakan tugas pengamanan daerah rawan (Pamrahwan) di tiga daerah yakni, Ibu, Loloda, Tetewang, Dumdum, Malifut (Kabupaten Halamahera Utara), (Kepulauan Morotai) dan Weda, Patani, Gebe (Kabupaten Halmahera) Tengah” ucapnya.

Ia menjelaskan dirinya juga diri memberikan motivasi kepada para pasukanya di dalam pelaksanaan tugas. “Alhamdulillah saya sudah lakukan itu ke jajaran saya dan bagi yang tidak bisa di tengok, saya komunikasi secara langsung lewat radio,” ujar Dedi.

Jenderal bintang dua ini menerangkan kalau di dunia Militer adapun di kenal dengan Pengendalian dan Pengawasan Operas (Dalwas Op) di karekan daerah tersebut dulunya pernah terjadi konflik besar. “Tujuan penempatan pasukan ini, untuk mengantisispasi apabila terjadi lagi konflik-konflik seperti itu. Tapi berdasarkan perkembangan yang ada, sudah bagus semua, namun kita perlu mengajak lagi ataupun menghimbau kepada masyarakat sehingga mereka tidak berkeinginan memunculkan konflik sama sekali”

Tambah dia, sekitar 35 pos dan 500 personel yang di sediakan sebagai langkah penyadaran terhadap masyarakat, kalau konflik itu tidak ada manfaat dan dapat menyengsarakan. “Ini salah satu upaya untuk mengantisisipasi apabila terjadi penyekatan-penyekatan. Kerawanan itu pasti ada, Saya melihat tingkat kesaadaran yang sudah cukup baik karena mereka punya pengalaman, akan tetapi yang paling pertama adalah menghimbau dan mengajak kepada masyarakat untuk tidak mengulang kembali terjadinya susana itu,” tutupnya. (Kifli /Ari3f)