Thu. Nov 26th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Jembatan Jerambah Gantung Ambruk Sebelum Selesai Dibangun, Kadis PU Kota : Masih Tanggung Jawab Rekanan

Proyek Jembatan senilai Rp 25,9 miliar ambruk sebelum rampung digarap, Jumat (16/10/2020)malam, Foto Sabtu (07/10/2020) Ist.

Rakyatmerdekanews, Pangkalpinang – Jembatan Jerambah Gantung, Kelurahan Jerambah Gantung Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung yang dibangun senilai Rp 25,9 miliar ambruk sebelum rampung digarap, Jumat (16/10/2020) malam.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pangkalpinang menyatakan status jembatan itu masih menjadi tanggung jawab rekanan pelaksana proyek. Pasalnya, proyek jembatan yang menghubungkan antara Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka yang masih dalam proses pengerjaan dan belum selesai dibangun itu ambruk.

“Usai kejadian itu, kami sudah melakukan cek ke lokasi. Status Jembatan Jerambah Gantung ini masih tanggung jawab rekanan pelaksana karena masih dalam tahap pelaksanaan. Jadi, perbaikan kerusakan juga menjadi tanggung jawab rekanan,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar, 20 Oktober 2020.

Suparlan Dulaspar memaparkan, status proyek pembangunan jembatan itu masih dalam tahap pelaksanaan, APBD tahun anggaran 2020. Rekanan diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. “Dari hasil cek lapangan memang ada kesalahan teknis, jembatan ambruk karena Human Error. Human Error yang dimaksud terjadi pada saat pemasangan balok girder. Kami saat ini juga masih mengidentifikasi dan mengkaji langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Menurut dia, pemasangan balok girder tidak tepat pada titiknya (karet…red) akibatnya balok girder tersebut bergerak dan menimpa balok girder lainnya dan jatuh ke sungai dan kondisi di lapangan pekerjan proyek masih tetap berlangsung. Yakni, untuk menyelesaikan oprit jembatan. Sedangkan untuk rangka yang ambruk masih pada tahap evakuasi. Pihaknya, juga belum bisa memperhitungkan progres pekerjaan yang telah dicapai rekanan.

“Yang jelas, ini masih menjadi tanggung jawab rekanan. Jika rekanan tidak sanggup mengganti kerusakan maka akan kami bayar sesuai progres pekerjaan yang telah dicapai rekanan,” dia memungkasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Jerambah Gantung yang, Jumat, 16 Oktober 2020 sekira Pukul 19.30 WIB, ambruk. Jembatan senilai Rp 25,9 miliar lebih itu ambruk karena pemasangan balok girder tidak tepat pada titiknya.

Pembangunan Jembatan Jerambah Gantung pada papan informasi proyek tertulis yang terpasang di lokasi, menelan biaya sebesar Rp 25,9 milyar lebih. Waktu pelaksanaan 240 hari kalender. Sebagai pelaksana proyek PT. Karya Mulia Nugraha.(Faisal/Monti)