Thu. Nov 26th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Banjir Bandang Rendam Lima Nagari di Kecamatan Ulakan Tapakis

Rakyat Merdeka News.Com Ulakan, Padang Pariaman – Curah hujan yang cukp tinggi pada Jumat malam, mengakibatkan meluapnya air sungai Batang Ulakan. Hampir separo wilayah kecamatan Ulakan Tapakis tidak luput dari genangan air. Daerah yang terdampak banjir bandang itu, nagari Sandi Ulakan, nagari Kampuang Gelapung Ulakan, nagari Ulakan, nagari Seulayat Ulakan dan nagari Tapakis.

Terlihat di lokasi banjir Anggota DPRD provinsi Jempol, Ali Waldana, ST. Wali Nagari Kampuang Gelapung Ulakan yang didampingi Kasi Trantib Kecamatan Anesa Satria, SH.MM. Ketika ditemui di Pasar Kampuang Gelapung usai meninjau lokasi banjir, Sabtu (21/11). Ali Waldana menjelaskan, bahwa air batang Ulakan ini mulai meluap, sekitar pukul 2.00 dinihari. Sebelumnya terdengar bunyi gemuruh dan tidak beberapa lama air sudah sampai ke halaman rumah masyarakat.

“Paginya telah datang bantuan Tim Reaksi Cepat dari BPBD Padang Pariaman dengan perahu karetnya dan anggota satpol air yang berkantor di Tiram untuk memberikan pertolongan. Warga yang lokasi rumahnya terkepung banjir, dievakuasi oleh Tim bersama masyarakat ke daerah yang aman”. Ujar Wali.

Banjir bandang yang terjadi ini, sudah menjadi langganan tiap tahun bahkan bisa tiga atau empat kali setahun. Sehingga masyarakat tidak terkejut dengan kejadian ini, bahkan anak-anak dengan gembira berenang di tengah arus air yang mengalir deras. Banjir mulai surut menjelang siang, walaupun hujan masih belum reda.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa ataupun ternak akibat banjir ini, diperkirakan lahan pertanian dan kolam ikan yang mengalami kerusakan parah. Pada pagi hari, tinggi air mencapai pinggang orang dewasa di kampung koto. Yang mengakibatkan jalan yang menghubungkan antara Ulakan dengan Pauh Kambar tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

“Jumlah kerugian belum dihitung. Kami berharap, adanya perhatian pemerintah kabupaten dan provinsi terhadap situasi bencana ini. Dengan adanya proyek pengendalian banjir atau revitalisasi sungai, mungkin daerah kami akan bebas dari ancaman banjir”. Ujar Ali Waldana mengakhiri pembicaraan. (AS/KN)