Thu. Nov 26th, 2020

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Polres Ternate Tindak Tegas Pengendara Motor Knalpot Racing

Rakyatmerdekanews.com – Ternate – Polres Ternate tindak tegas bagi pengendara motor yang berknalpot racing atau knalpot brong,, terbukti dengan diamankannya 29 Kendaraan roda dua (R2) yang memodifikasi knalpot bersuara bising saat menggelar razia di depan Mapolres.

Pasalnya kendaraan R2 atau motor tersebut sudah menyalahi aturan atau melanggar ketentuan yang ada,apalagi membuat bising hingga menggangu masyarakat pengguna jalan lainnya. Hal ini di katakan Kapolres Ternate,AKBP Aditya Laksamada melalui prees realesenya Jumat kemarin(20/11/2020).

AKBP Aditya mengatakan polisi kemungkinan juga dapat menindak langsung pengendara motor knalpot racing yang terdeteksi tidak sesuai standar dan suaranya mengganggu. ” Pokoknya kalau kami lihat knalpot tidak standar dan mengganggu akan kami lakukan [tilang],” tegas Kapolres.

Kapolres Aditya menjelaskan motor pelanggar bakal disita dan hanya bisa diambil jika pemilik membawa knalpot standar. ” akan gencar menilang pengendara pelanggar sekaligus dengan kendaraannya. Artinya polisi juga akan menahan kendaraan pelanggar untuk sementara waktu,” jelasnya.

Ia menerangkan pihaknya akan menilang kendaraan tersebut sekaligus menyitanya dan setelah membayar denda juga harus membawa knalpot standar dulu baru dapat mengambil kendaraannya. “Knalpot motornya diganti dulu dengan yang standar,baru di bawa pulang setelah membayar denda,” terang AkBP Aditya.

Tambah dia, Berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009, menggunakan knalpot tak sesuai standar bisa diganjar dengan Pasal 285 ayat 1. ” Bunyi pasal tersebut yakni:

Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah,” tutupnya.(kifli/ilon)