Mon. Apr 12th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

UPT Pelabuhan Muara Angke Tancap Gas, Realisasikan Program Ketahanan Pangan

Foto: Ma’had, Plt Kepala UPT Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.

RakyatMerdekaNews, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan soal resiko krisis pangan yang terjadi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Hal ini merespons Organisasi Pangan Dunia (FAO) yang sudah mengingatkan potensi krisis pangan di tengah pandemi.

Tak heran jika ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah pada tahun 2021, seiring meningkatnya ancaman krisis pangan dunia akibat Pandemi Covid-19.
Jokowi juga memberikan pesan khusus kepada Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian untuk mengingatkan para kepala daerah di tengah wabah Covid-19 yang mengancam ketersediaan pangan. “Perlu saya ingatkan lagi, mungkin ini pak menteri dalam negeri, agar menjaga gubernur, bupati, wali kota, diingatkan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok,” kata Jokowi baru-baru ini.
Instruksi Presiden Jokowi dalam upaya menjaga ketahanan pangan langsug direspon oleh sejumlah pihak.
Salah satunya adalah Ma’had, Plt Kepala UPT Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara langsung tancap gas untuk merealisasikan program ketahanan pangan nasional.
Ketika ditemui media Rakyatmerdekanews.com disela-sela kesibukannya, (11/12) Ma’had mengatakan, sebagai bentuk keseriusan dalam upaya melaksanakan ketahanan pangan, pihaknya terus mendongkrak hasil pendapatan ikan laut. Terbukti, pertumbuhan produksi hingga 100 ton ikan perhari, dari hasil penangkapan ikan para nelayan yang ada di Muara Angke, melalui bongkar muat 23 kapal. Yakni, dari hasil penangkapan ikan para nelayan yang berada di Muara Angke, 70 persen hasilnya diekspor sedangkan 30 persen untuk kebutuhan konsumsi lokal, terangnya.
Selain itu lanjut Ma’had, UPT Muara Angke juga memiliki Kampung Tangguh budidaya ikan lele. Hal ini tentunya
menjadi tolok ukur pusat kegiatan pengelolaan ikan dan Pelabuan Perikanan Nusantara, yang mana Muara Angke merupakan status golongan C, katanya.
Ketika disinggung disekitar kondisi pandemi Covid-19, Ma’had mengatakan, dengan upaya kerja keras
khusus di pelabuan ikan Muara Ange Alhamdulillah tidak ada dampak yang berarti terhadap kami. Tenaga kerja tetap efektif seperti biasa, dan hingga saat ini penyerapan masih terdapat 27.000 orang  tenaga kerja. Dengan area 71 hektar luas pelabuan perikanan nusantara Muara Angke. Untuk mengantisipasi agar tidak terpapar Covid-19, bukan saja kondisi kapal yang harus prima, namun anak buah kapal (ABK) pun sebelum peberangkatan melaut mereka juga harus dalam kondisi sehat dan tahan imun, katanya.
Masih menurut dia, selain penangkapan hasil ikan laut, UPT Muara Angke juga menampung ikan darat dari berbagai wilayah yakni meliputi, Purwakarta, Indramayu, Cirebon Jawa Barat. Sedangkan pengiriman terbanyak dari daerah Purwakarta dengan jenis ikan nila dan mas.
Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah, ratusan petani tambak bandeng Kamal Muara, Jakarta Utara yang tergabung dalam koperasi Tunas Harapan Nusantara juga siap bersinergi dengan UPT Pelabuhan Muara Angke.
Menurut Karim selaku Ketua koperasi Tunas Harapan Nusantara provinsi DKI Jakarta, Kamal Muara memiliki potensi yang cukup signifikan untuk mendukung program UPT Pelabuhan Muara Angke dalam upaya mendongkrak hasil pendapatan ikan. Yang mana di Muara Kamal terdapat 250 petambak bandeng dengan menggarap sedikitnya 150 hingga 200 hektar luas lahan. (Tim)