Mon. Sep 20th, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Tepis Hoax Soal Virus Covid, Indra Guru Roosmono Blak-Blakan Tentang Sakit Covid Yang Dialaminya

Rakyatmerdekanews, Jakarta
— Ungkapan mendalam dan tajam dilontarkan seorang konsultan pajak penderita covid-19, “Gue benar-benar ngalamin sakit yang ada di semua berita hoax itu. Penyakit ini sungguh menakutkan dan benar-benar ada. Jangan takabur.”

Begitu ungkapan hati Indra Guru Roosmono yang saat ini sedang menjalani pemulihan setelah mengalami serangan virus covid-19. Ia banyak bercerita tentang pengalamannya selama terjangkit penyakit yang dianggapnya menakutkan ini.

Berawal ketika ia menjadi relawan penanggulangan wabah penyakit ini. Bersama teman-temannya ia masuk ke rumah-rumah memeriksa ratusan orang untuk memastikan apakah virus ini telah menyebar dan menjangkiti banyak orang?

Berikut ini petikan wawancara RMNews dengan Indra Guru Roosmono di bekasi hari Rabu (23/12/2020).

RMNews: Apakah anda terkena virus covid ini karena anda seorang relawan?

Indra: Gue ga tau persis om, kapan gue kenanya. Tapi memang dari ratusan orang yang gue periksa ada beberapa yang hasilnya positif. Atau mungkin dari tempat lain gue ga bisa memastikannya.

RMNews: Terus kapan anda merasakan dan memastikan bahwa anda sudah terkena virus itu?

Indra: Sekitar sebulan yang lalu gue ngerasain badan gue ga enak. Panas. Terus gue periksa suhu badan gue lebih dari 38 derajat. Besoknya makin tinggi suhu badan gue. Ehh bener, begitu gue periksa ke dokter, gue dinyatakan positif kena covid. Tapi semua rumah sakit penuh di bekasi, termasuk Wisma Atlit gue hubungin ga ada tempat. Akhirnya gue jalanin isolasi mandiri di rumah.

RMNews: Selanjutnya apa yang anda rasakan?

Indra: Badan kaya ditusuk tusuk paku om. Sakit banget bikin ga bisa tidur. Setelah itu sesak napas gue. Saat itu gue pasrah dan cuma bisa berdoa. Gue pikir gue mati nih. Malah gue sempet minta maaf ke keluarga gue, saudara saudara dan temen-temen gue lewat telp.

Wawancara terhenti sejenak. Dan kami pun makan siang bersama.

“Kebetulan emang gue ada ashma. Tapi biasanya kalo ashma gue kumat paling lama 2 hari, setelah diminumin obat sesak napas langsung hilang. Jadi kayanya virus covid ini nyerang ashma gue. Banyak obat sesak napas gue minum. Dan biasanya kan lendir itu keluar. Ini ngga lho. Jadi kaya numpuk di dada. Coba lo bayangin om. Berat dada gue. Ya Allah gue pasrah. Saudara-saudara gue dan tetangga gue banyak yang ngirimin makanan, buah-buahan, obat obatan dan vitamin. Pada digantungin pake plastik di atas pagar. Sebenarnya saat itu gue susah untuk makan. Kaya ga punya lidah, makanan ga berasa apa apa. Tapi gue paksain makan. Sayur-sayuran apa aja gue makan. Buah jeruk, pear, mangga, banyak deh. Karena gawat ini virus makin gerogotin tubuh kita kalo perut kita kosong. Virus ini merusak sel-sel tubuh kita. Bahaya banget,” jelas Indra melanjutkan wawancara ini.

RMNews: Adakah makanan yang dipantang?

Indra: Pokoknya jangan yang mengandung minyak dan yang instan-instan itulah.

RMNews: Berapa hari anda merasakan sakit yang luar biasa itu?

Indra: Seminggu lah. Badan kaya ditusuk tusuk paku, sesak napas yang hebat, kepala kaya dipentungin martil, dan panas tinggi. Sekarang gue jadi banyak uban, tadinya gue ga pernah punya uban nih.

RMNews: Lalu menurut anda apa sebenarnya yang anda ketahui tentang virus ini?

Indra: Ini virus bahaya sekali. Dia bisa nyerang siapa aja. Yang imun tubuhnya ga kuat hati-hati. Apalagi kalo ada penyakit bawaan bahaya banget, dia makin gerogotin penyakit itu. Kaya penyakit paru-paru, jantung, ashtma, diabetes dan darah tinggi. Malah sekarang ada virus lagi tuh di Inggris yang nyerang pencernaan kita. Jangan dianggap remeh virus ini. Semua yang ada di berita berita hoax, semuanya gue rasain. Ga bener itu. Yang dibilang mati karena penyakit bawaan, itu sebenarnya serangan virus covid. Virus ga keliatan. Apalagi yang positif covid tapi disebut Orang Tanpa Gejala (OTG). Keliatannya memang sehat tapi sesungguhnya virus itu sedang menggerogoti tubuhnya. Yang bikin parah kan orang dinyatakan OTG menganggap ga kena penyakit. Akhirnya dia meremehkan virus ini tanpa pencegahan, pengobatan dan perlawanan. Makin menyebarlah virus itu di tubuh kita.

RMNews: Apa saran anda untuk masyarakat?

Indra: Saran gue sih jangan remehin virus ini. Dan jangan takabur. Gue hampir mati nih karena virus ini. Jaga kesehatan. Usahakan supaya imun tubuh kita tetap kuat. Rajin olahraga dan berjemur. Banyak makan sayuran, buah-buahan dan vitamin. Ikutin aturan protokol kesehatan, dengan mencuci tangan pake sabun, jaga jarak dan selalu pake masker.

Sebelum menutup pembicaraan, Indra yang kini berusia 38 tahun dan tinggal di Setu Pedurenan Bekasi ini berpesan, “Jangan sering baca berita hoax. Berita-berita sesat itu udah gue rasain semua kemaren pas kena covid.”

Semoga Indra, istri dan seorang anak perempuannya yang masih kecil tetap dipelihara kesehatannya oleh Allah SWT. Amiiiin… (Amin Bearland)