Mon. Mar 1st, 2021

rakyat merdeka news

Sajikan Berita.. Bukan Hoax!

Bupati Purworejo Kunjungi Lokasi Bencana Tanah Bergerak di Kecamatan Bruno

Rakyatmerdekanews.com –  Purworejo – Hujan deras dan angin kencang dalam sepekan terakhir yang melanda beberapa desa diwilayah Kecamatan Bruno dan  mengakibatkan pergeseran tanah . Kejadian tanah bergerak terjadi di 3 desa yaitu Desa Somoleter, Desa Tegalsari dan Desa Kaliwungu, Rabu (13/1). Retakan tanah yang bergerak  semakin lama semakin melebar berakibat rusaknya bangunan rumah  dan tempat ibadah roboh  rata dengan tanah.

Adanya Kejadian tanah bergerak ini menjadi perhatian  Bupati Purworejo.Oleh karenanya Sepulang dari agenda tugas di jakarta pada Sabtu siang (16/1) Bupati Purworejo R H Agus Bastian SE MM bersama Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH langsung mengunjungi tiga desa tersebut untuk melihat langsung kondisi terkini, memberikan arahan dan menyampaikan bantuan untuk tanggap bencana.

Turut mendampingi bupati dan wakil bupati sejumlah pejabat Pemkab.Purworejo, dalam kesempatan tersebut bupati  menuturkan bahwa lokasi bangunan yang rawan bencana agar segera dikosongkan dan untuk sementara para warga yang terdampak diarahkan untuk mengungsi di tempat yang dinilai lebih aman.

“Saya sudah sampaikan ke pak kades tadi tolong untuk ditembusi rumah-rumah yang sekiranya jauh dari resiko bencana ini terutama yang kosong untuk bisa dijadikan tempat pengungsian atau posko sementara sambil nanti kita carikan solusi untuk hunian sementara,” katanya.

Bupati  menambahkan agar warga mengikuti himbauan dari petugas. “Karena bencana semacam tanah bergerak ini biasanya tidak terasa pergerakanya , namun secara tiba – tiba bisa langsung merobohkan bangunan. Maka saya harap seluruh warga bisa mengikuti himbauan dari BPBD dan petugas yang ada,pokoknya keselamatan  masyarakat yang utama”tandas Bupati.

Sementara hingga saat ini dilaporkan ada 21 kepala keluarga yang mengungsi  terdiri dari RT 1 RW 3 dan RT 2 RW 3 Desa Somoleter. Sedangkan di Desa Tegalsari jumlah bangunan terdampak  ada 15 bangunan, terdiri dari 14 rumah tinggal dan 1 musholla . Jumlah jiwa yang diungsikan terdapat 66 pengungsi .Kini mereka  tinggal di rumah keluarga dan tetangga yang dinilai aman.

Untuk warga Dukuh Kalibang RT 3 RW 5 dan RT 5 RW 5 Desa Kaliwungu terdapat 16 bangunan yang terdapak. Yakni : tembok retak, hingga lantai yang jebol tak beraturan.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Kaliwungu menyampaikan ,”ada satu keluarga yang kami ungsikan sementara di rumah orang tua nya, karena kondisinya  parah dan sangat beresiko jika tetap tinggal dirumahnya ,” terangnya.

(Kun)